Jenis-Jenis Penyampaian Ceramah dan Penyampaian Lisan


Kegiatan berceramah berarti suatu kegiatan penyampaian gagasan yang dilakukan oleh seorang penceramah kepada pendengarnya/hadirin yang tidak memerlukan respon di saat itu juga. Jadi dapat dikatakan bahwa jenis-jenis penyampaian ceramah merupakan jenis dialog satu arah. Itu sebabnya ceramah termasuk kategori penyampaian komunikasi yang harus dilakukan secara lisan.

Selain ceramah, terdapat banyak sekali bentuk komunikasi satu arah yang dilakukan dalam bentuk lisan. Diantaranya adalah sebagai berikut:

• Dakwah

Secara garis besar dakwah hampir sama dengan ceramah. Biasanya topik atau tema yang disampaikan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan keagamaan. Oleh karena itu, seorang penceramah atau pendakwah diharapkan adalah mereka yang benar-benar memahami segala seluk-beluk tentang ajaran agama tertentu. Misalnya, seorang ustaz yang menyampaikan dakwah tentang nilai-nilai keislaman. Atau bisa juga seperti seorang pendeta yang menyampaikan dakwah tentang ajaran yang dibawa Yesus Kristus untuk seluruh umat Nasrani.

• Pidato

Sama seperti ceramah, pidato pun merupakan komunikasi yang tidak memerlukan tanggapan saat itu juga oleh pendengar. Lihat saja, tidak pernah terjadi suatu peristiwa dimana pendengar mengajukan interupsi saat seseorang sedang menyampaikan pidato di hadapan umum.

Sekalipun isi pidato berpotensi untuk disanggah, namun etika dalam mendengarkan pidato tidaklah membenarkan melakukan interupsi saat pidato sedang disampaikan. Bedanya dengan ceramah, pidato lebih mengarah pada tema-tema kenegaraan, politik, atau masalah-masalah social di sekitar kita.

Kendati seorang penceramah, pendakwah, maupun orang yang berpidato memiliki hak mutlak dalam menyampaikan suatu gagasan, ada baiknya mereka harus memperhatikan hal-hal berikut ini agar pendengar tertarik dengan isi gagasan:

• Durasi penyampaian yang tidak terlalu panjang.

Semakin lama waktu yang dihabiskan oleh seorang penceramah, pendakwah, atau orang yang berpidato, maka semakin besar pula potensi pendengar menjadi bosan.

• Materi yang tidak bertele-tele.

Kemaslah materi yang ingin disampaiakn sesingkat mungkin namun tetap efektif.

• Volume suara yang jelas dan intonasi yang tepat.

Berbicaralah dengan volume suara yang dapat didengar banyak orang dan intonasi yang tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.

Demikian jenis-jenis penyampaian ceramah dan penyampaian lisan dalam bentuk lainnya. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Buah Bit untuk Diabetes
Sebelumnya: Berkembangnya Kerajaan Demak
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar