Jenis-jenis Rencong Senjata Khas Melayu


Rencong adalah salah satu jenis senjata khas Melayu yang berasal dari Aceh. Selain digunakan untuk kepentingan sehari-hari, senjata tersebut juga dipakai untuk kelengkapan busana pria dan dalam keadaan tertentu bisa jadi alat perang atau untuk pembelaan diri. Oleh sebab itu rencong dibagi menjadi beberapa jenis.

Yang pertama bernama Rencong Meupucok yang punya hiasan ukir dari emas di gagang. Bagian yang ada di atas ini punya ukuran yang kecil di bawah tapi makin membesar di atas. Hiasan emas ini ada yang menggunakan bentuk bunga dan daun mawar atau tulisan Arab.
Selain emas ada bahan lain untuk membuat hiasan tersebut yang dinamakan dengan “suasa”. Bahan ini tetap memakai emas tapi hanya dipakai sebagai campuran saja. Sedangkan bahan utamanya berupa logam lain yaitu tembaga. Fungsi dari rencong jenis ini yaitu untuk perlengkapan busana.

Kedua yaitu Rencong Meucugek. Ciri utamanya terlihat pada gagangnya yang melengkung dan membentuk sudut 90 derajat dan dinamakan dengan “cugek”. Gagang tersebut melengkung hingga belakang mata rencong yang ukurannya antara delapan sampai sepuluh sentimeter. Bahan untuk membuat gagang tersebut adalah gading atau tanduk kerbau.

Fungsi utama dari Rencong Meucugek adalah untuk melakukan perang atau perlawanan terhadap musuh. Pada jaman penjajahan Belanda rencong ini sering digunakan melawan tentara kolonial, baik satu lawan satu maupun dalam pertarungan skala besar.

Ketiga dinamakan Rencong Meukeree. Ciri khasnya terletak di bagian mata yang sering muncul hiasan gambar ular, bunga, daun, lipan atau akar kayu. Istimewanya, kemunculan hiasan ini tidak secara sengaja ketika logam untuk membuatnya sedang ditempa.

Hiasan yang muncul ini diberi nama “kuree”. Jika rencong tersebut disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama, maka kuree itu akan bertambah dan hal ini dipercaya akan mendatangkan suatu kekuatan ghaib yang lebih tinggi.

Yang terakhir namanya Rencong Pudoi yang mengandung arti kurang sempurna. Jenis senjata khas Melayu yang satu ini tidak punya gagang. Pada jaman dulu pemerintah Belanda membuat aturan yang melarang warga Aceh membawa rencong. Untuk mengakali aturan tersebut, mereka menghilangkan gagangnya hingga tidak akan terlihat ketika diperiksa. Rencong Pudoi ini sering disembunyikan di dalam atau bawah kain sarung.

Selanjutnya : Cara Mengunduh Foto yang Keren
Sebelumnya: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Tanpa Obat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar