Jenis-jenis Ular Daun di Indonesia


Jenis-jenis ular daun, bisa digolongkan berdasarkan tempat tempat hidupnya yang mendiami pohon atau dedaunan juga ciri fisiknya yang menyerupai atau mampu berkamuflase dengan daun. Jenis-jenis ular daun, biasanya memiliki tubuh berwarna hijau daun, hingga kekuning-kuningan dengan bentuk kepala segitiga dan meruncing.

Pada umumnya, ular daun memiliki bisa yang rendah hingga sedang dan hanya berbahaya atau mematikan bagi mangsanya. Di Indonesia sendiri, ular daun banyak disebut sebagai ular pohon, ular hijau, ular pucuk, ular gadung dan sebagainya yang memang berkaitan dengan karakter fisik dan tempat hidupnya.

Ular Gadung

Penamaan ular gadung yang bahasa Inggrisnya dikenal dengan sebutan Oriental Whip snake ini, disebabkan karena bentuk dan warnanya yang menyerupai pucuk pohon gadung. Di daerah Sunda, ular ini biasa disebut oray pucuk (ular pucuk), sedangkan di daerah Jawa bisa disebut ulo gadung (ular gadung).

Ular ini sering terlihat  di tajuk pepohonan atau semak di pekarangan, kebun atau hutan. Aktif pada siang hari untuk memangsa kodok, bunglon, cicak dan kadal, burung kecil hingga jenis mamalia bertubuh kecil. Ular ini berwarna hijau dengan bentuk tubuh yang ramping dan panjang. Pada ular yang masih muda, ditemukan juga ada yang berwarna coklat dan krem. Yang menarik adalah, panjang tubuh dewasa yang bisa mencapai 2 m ini lebih dari sepertiganya masuk dalam bagian ekor.

Bentuk kepalanya panjang dan membentuk moncong yang meruncing. Ukuran kepala lebih besar dari ukuran leher. Ular ini berkembang biak secara ovovivipar yang menetaskan telur di dalam tubuhnya.

Ular Pucuk

Hampir sama dengan ular gadung, ular ini hidup di pepohonan dengan warna khasnya yang hijau, sehingga sangat mudah untuk berkamuflase di rimbun dedaunan. Bentuk tubuhnya hampir pipih dengan corak putih dan hitam pada sisik-sisikyna. Ular ini memiliki kepala segitiga yang melancip dan meruncing ke bagian mulutnya, menyerupai daun. Saat terusik atau akan menyerang, tubuh ular ini akan membentuk huruf S, sikap ancang-ancang sebelum melontarkan tubuh dan gigitan sebagai sebuah serangan.

Ular ini memiliki bisa lemah yang hanya berbahaya bagi mangsanya. Tak seperti ular berbisa pada umumnya, taring ular pucuk terletak di rahang atas bagian belakangnya.

Karena bisanya yang lemah, juga bentuk tubuhnya yang terlihat garang namun tak berbahaya, ular ini kerap diburu untuk dijadikan komoditas perdagangan atau dijadikan hewan peliharaan (pet).

Selanjutnya : Terjemah Sebagai Ilmu
Sebelumnya: Upaya Memperbesar Penis dengan Cara Diikat Tidaklah Aman
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar