Mengenal Jenis-jenis Wakaf


Menurut definisinya, harta wakaf adalah harta yang bisa diambil manfaatnya oleh orang yang menerima harta wakaf tersebut. Contohnya saja, seseorang yang kaya dan memiliki tanah yang luas, bisa memberikan sebidang tanahnya sebagai harta wakaf untuk pemakaman atau sebagai lokasi pembangunan masjid. Lalu, apa saja jenis-jenis wakaf?

Tanah yang telah diberikan sebagai harta wakaf ini tidak diperkenan untuk diperjualbelikan. Tetapi penerima harta wakaf boleh mengelola dan mengembangkannya.

Jenis Wakaf

Pada ajaran Islam dikenal adanya jenis jenis wakaf. Berdasarkan peruntukkannya, wakaf dibedakan menjadi dua jenis, yakni wakaf khairi dan wakaf ahli.

Wakaf ahli merupakan wakaf untuk keperluan dan jaminan sosial di lingkungan kerabat sendiri atau keluarga. Wakaf khairi adalah wakaf untuk kepentingan masyarakat umum atau keagamaan.

Ada pula jenis wakaf berdasarkan penggunaan harta yang diwakafkan. Terdapat dua jenis wakaf ini, yakni wakaf mubasyir dan wakaf mistitsmary.

Wakaf mubasyir berarti harta wakaf yang dapat dipakai secara langsung dan memberikan pelayanan kepada masyrakat luas. Misalnya saja wakaf sekolah atau wakaf rumah sakit. Berbeda dengan wakaf mistitsmary, wakaf ini bertujuan sebagai penanaman modal untuk memproduksi barang dan layanan yang diperbolehkan syara’ lantas hasilnya diwakafkan sesuai kehendak pemberi wakaf.

Selain jenis-jenis di atas, ada pula jenis wakaf berdasarkan jangka waktunya. Ada jenis wakaf muabbad dan ada jenis wakaf mu’aqqot. Wakaf muabbad diberikan untuk selamanya, sedangkan wakaf mu’aqqot diberikan hanya dalam waktu yang terbatas.

Terakhir, jenis wakaf dibedakan berdasarkan jenis harta yang diberikan sebagai wakaf. Di sini ada jenis harta tak bergerak seperti tanah dan bangunan, ada pula jenis harta bergerak selain uang, seperti surat berharga dan harta lainnya yang bisa dipindahtempatkan, serta jenis harta bergerak berupa uang.

Dari uraian di atas Anda bisa melihat ada berbagai jenis jenis wakaf yang bisa dipilih sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri memberi harta wakaf dalam bentuk yang besar, melainkan niat di dalamnya yang lebih utama.

Pemberi harta wakaf baik atas nama diri sendiri atau atas nama orang lain. Misalnya saja atas nama kedua orangtua yang sudah meninggal, akan memperoleh amal kebaikan yang tak akan pernah habis hingga akhir hayat dan juga di akhirat.

Selanjutnya : Tips Jamu Tradisional Jawa - Ramuan untuk Mengobati Batuk
Sebelumnya: Umpan di Laut
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar