Jenis Peralatan Informasi Berdasarkan Rentang Waktu

Dalam suatu kehidupan bermasyarakat yang sudah ada sejak zaman dulu,  alat komunikasi sangat dibutuhkan. Dari waktu ke waktu, peralatan informasi berkembang pesat. Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai jenis peralatan informasi dari rentang waktu ke waktu.

Perkembangan Alat Informasi

Jenis peralatan informasi dari rentang waktu ke waktu selalu berkembang mengikuti pola dan daya pikir manusia. Jenis peralatan informasi tempo dulu  sangat sederhana karena menggunakan bahan yang mudah di dapat di sekitarnya. Peralatan tersebut berupa lonceng, kentongan, bedug, asap, dan prasasti atau daun lontar.

•    Prasasti/Daun lontar. Informasi ditulis di daun lontar atau bisa juga di batu sebagai prasasti. Untuk saling memberi informasi, ada surat menyurat yang ditulis di lembaran  daun lontar, kulit kayu, dan kulit bambu

•    Asap, komunikasi bangsa Indian. Ketika berkomunikasi, mereka menggunakan asap. Asap bisa untuk mengirim pesan sebagai tanda keberadaan mereka atau ada pesan lain. Asap bisa juga untuk peringatan sedang dalam bahaya atau meminta pertolongan.

•    Kentongan. Alat ini sangat terkenal di Indonesia. Ketongan biasa digunakan di kerajaan atau juga di rumah penduduk. Bunyi kentongan memiliki arti yang berbeda. Semuanya tergantung kesepakatan warga masyarakat yang ada di daerah itu. Misalnya, kentongan berbunyi panjang menandakan ada orang yang meninggal. Kentongan berbunyi terputus-putus dan berulang-ulang berarti  warga diminta berkumpul untuk gotong royong.

•    Lonceng. Lonceng diperkenalkan oleh Uskup Nola di gereja Katholik di Campania, Italia. Lonceng berguna untuk memanggil umat dalam acara keagamaan dan juga sebagai peringatan bila ada sesuatu yang harus disampaikan kepada rakyat atau umat.

•    Bedug. Bedug adalah alat musik tabuh seperti gendang. Bedug memiliki fungsi sebagai alat komunikasi tradisional, baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik. Di Indonesia bedug terdengar sebagai pertanda waktunya untuk salat wajib.

Jenis peralatan informasi yang modern titik awalnya berasal dari penemuan telegraf. Sebuah mesin untuk mengirim dan menerima pesan pada jarak jauh. Berkembang lagi dengan ditemukannya telepon. Alat  yang mengubah suara menjadi energi listrik dan mengirimkannya melalui kabel jaringan telepon. Selanjutnya, ada penemuan faksimile atau fax. Peralatan ini mampu mengirimkan dokumen melalui jaringan telepon dengan hasil cetakan yang sama persis dengan aslinya.

Komunikasi modern akhirnya mengenal radio. Alat yang dapat menerima informasi berupa suara atau sinyal dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Kalau radio hanya suara, berbeda dengan televise yang dilengkapi dengan gambar. Kata televisi itu berasal dari kata tele dan vision yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi, televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh.

Pada tahun berikutnya, muncul handphone. Di Indonesia, ada dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem Global System For Mobile Telecommunications (GSM)  dan sistem Code Division Multiple Access (CDMA).

Penemuan handphone akhirnya berkembang lagi dengan ditemukannya komputer dan intemet yang merupakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang paling banyak berperan pada saat ini. Komputer digunakan untuk mengolah, mengelola, dan menyimpan data / informasi, sedangkan intemet digunakan sebagai sarana sumber informasi dan alat untuk menukarkan  dan saling berkirim informasi.

Jenis peralatan informasi dari rentang waktu ke waktu terus berkembang dan jenis yang terbaru adalah memasuki dunia informasi serba android. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Loading...
Selanjutnya : Bunuh Diri Menurut Pandangan Non Muslim
Sebelumnya: Cara Menjaga Kestabilan Kinerja Ginjal
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar