Jenis Senyawa Halida Yang Paling Polar Dan Pengaruhnya


Nilai kepolaran pada sebuah senyawa halida, tergantung pada momen dipol senyawa itu sendiri. Bila momen dipolnya lebih kecil maka disebut non-polar. Namun apabila momen dipolnya tinggi maka dinamakan polar. Adapun senyawa halida yang paling polar adalah H20 dan CH30H.

Sedang contoh senyawa yang polarnya rendah atau disebut non-polar adalah CC14, benzena dan CH4. Selain itu masih ada senyawa halida lain yang sifatnya semi polar misalnya C2H5OH, CH3OH, aseton serta yang lainnya.

H20 bisa dikatakan polar karena pada salah satu titik atau ujung pada molekulnya punya muatan listrik dan muatan tersebut lebih negatif apabila dibandingkan dengan ujung yang lain. Berbeda dengan senyawa halida yang sifatnya non-polar, kondisi seperti ini tidak akan terjadi.

Muatan yang lebih negatif tersebut bisa terjadi karena adanya elektron cloud pada molekul yang jumlahnya lebih besar atau banyak pada ujung tersebut. Sehingga elektron muatan di bagian ini menjadi negatif.

Yang dimaksud dengan elektron cloud yaitu sebuah ruang atau tempat dimana kemungkinan bisa ditemukannya muatan elektron lebih besar. Jadi bisa dikatakan probabilitasnya lebih tinggi. Tapi posisi atau letak dari elektron ini tidak bisa dipastikan. Karena dia selalu berjalan tanpa henti dan terus mengelilingi inti. Oleh sebab itu banyak yang menyebutnya dengan nama elektron cloud.

Nilai kepolaran pada senyawa halida ini bisa menimbulkan reaksi yang dinamakan dengan reaksi substitusi. Reaksi tersebut melibatkan mekanisme yang terdiri dari dua jenis. Yang pertama yaitu ikatan antara karbon dan halogen jadi putus dan memunculkan ion positif serta negatif.

Ion yang punya atom karbon dan muatannya positif bisa menimbulkan reaksi pada suatu muatan negatif, baik yang negatif secara penuh maupun negatif secara parsial saja.

Yang kedua, sesuatu yang punya muatan negatif secara penuh maupun parsial dapat ditarik oleh atom karbon yang muatan positifnya lebih sedikit. Setelah itu muatan ini akan melepaskan suatu atom yaitu atom halogen.

Perlu diketahui, agar kekuatan ikatan dapat mengendalikan reaksi yang muncul, ikatan tersebut mesti diputuskan lebih dulu. Jadi ikatan pada karbon fluorin sulit diputus namun ikatan terhadap karbon iodin lebih gampang diputus. Semoga penjelasan tentang senyawa halida yang paling polar dan pengaruhnya ini bisa dipahami dan bermanfaat.

Selanjutnya : Model Warna Keramik, Pilih Harga atau Selera?
Sebelumnya: Contoh Metode Penulisan Artikel Resensi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar