Jodoh dengan Lelaki Muda

Menemukan Jodoh adalah Kebutuhan Manusia

Sebagian besar wanita Indonesia khawatir disebut penyuka brondong jika berjodoh dengan lelaki muda. Hal ini wajar terjadi mengingat kebudayaan masyarakat Indonesia yang lebih bersikap hati-hati dan mengatur segala sesuatu dalam rambu-rambu tabu berdasarkan norma sosial dan norma masyarakat yang berlaku. Berbeda dengan di benua Amerika dan Eropa yang lebih bersifat terbuka, sebut saja pasangan Demi Moore dan Ashton Kutcher yang sempat menikah beberapa tahun lamanya meski akhirnya bercerai.
Jika kita bisa bersikap lebih bijak, pasti benar-benar memahami jika jodoh, rezeki dan maut benar-benar merupakan hak mutlak Sang Kuasa dalam mengaturnya. Pernikahan yang terjadi karena khawatir terjerumus zina adalah lebih baik daripada hubungan asmara yang dilakukan sembunyi-sembunyi.

Ketika menemui seorang lelaki muda menaruh hati kepada wanita yang jauh lebih tua, pihak yang pertama kali merasa keberatan pastilah keluarga sang pria. Dengan anggapan sepatutnya pihak pria sebagai sosok pelindung keluarga haruslah berusia lebih tua, juga adanya kekhawatiran susah mendapatkan keturunan dari wanita berusia jauh di atasnya. Sementara pihak wanita tidak kalah khawatir, sempat berpikir apakah niat pihak pria untuk menikahi wanita yang lebih tua murni karena nurani atau mengejar harta. Jika hal ini menjadi pertentangan di keluarga besar terutama pihak keluarga maka kembali kepada diri pasangan tersebut apakah mereka dengan sabar berhasil meyakinkan orangtua dan keluarga atau memilih mengakhiri hubungan daripada tidak mendapat restu orang tua.

Tips membina Rumah Tangga dengan Lelaki Muda

Pernikahan adalah proses menyatukan dua ide, dua isi kepala dan kebiasaan yang berbeda. Masalah yang dihadapi pasca pernikahan antara wanita yang berjodoh dengan lelaki muda biasanya lebih kompleks dibandingkan pernikahan lainnya. Tentunya hal ini dipengaruhi faktor kedewasaan masing-masing pihak, bagi yang kurang dewasa selalu menganggap pasangan hidupnya seperti anak kecil, terlalu minta diperhatikan dan sebab lainnya, sementara usia sebenarnya tidak menjamin tingkat kedewasaan.

Adakala karena diperkaya pengalaman hidup, seseorang mampu berpikir lebih dewasa dari usianya. Tips membina rumah tangga bagi wanita yang berjodoh dengan lelaki muda berusaha meneladani kisah rumah tangga harmonis dalam situasi yang sama. Contoh mengenai kisah ini dapat diambil dari kisah keluarga Nabi Muhammad SAW yang menikah dengan Khodijah, wanita yang jauh lebih tua daripadanya. Perbedaan usia bahkan perbedaan status sosial di antara beliau berdua tidak menjadi permasalahan, bahkan merupakan jembatan yang kuat dalam rumah tangga. Kunci dari keluarga harmonis ini adalah masing-masing pihak mengetahui hak serta kewajibannya, bahwa suami berkewajiban menafkahi dan melindungi keluarga dan istri berkewajiban menghormati suami. Menjaga komunikasi dan romantisme adalah perekat bagi dua hati yang berbeda.

Selanjutnya : Jenis-jenis Kompor Gas
Sebelumnya: Job-Desk Marketing
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...