Jumlah Kasus Remaja Miras di Indonesia


Minuman keras (miras) atau minuman beralkohol (minol) sudah sering ditemui di Indonesia. Minuman ini terkenal dapat memberikan efek ”mabuk” dan perasaan menyenangkan walau hanya sesaat. Efek inilah yang kemudian membuat banyak orang mengonsumsi minol sebagai alternatif pereda depresi atau penghilang stres, tak terkecuali pada remaja yang mungkin mengalami masalah dalam kehidupannya, seperti putus cinta, kurang perhatian dari orang tua, perceraian orang tua, dan lain-lain. Jumlah kasus remaja miras di Indonesia semakin meningkat seiring dengan modernisasi dan kehidupan yang semakin berat.

Usia remaja merupakan usia rentan karena mereka masih mencari jati diri atau mencari keinginan serta tujuan hidup mereka di masa depan. Remaja cenderung mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap segala sesuatu yang ada di sekitar dan selalu ingin mencoba hal-hal baru yang hadir dalam kehidupan mereka.

Oleh karena itu, apabila hal-hal baru di sekitar mereka cenderung bersifat negatif, maka kemungkinan besar remaja akan tergoda untuk mencoba hal negatif tersebut. Sebagai contoh, seorang remaja bergaul dengan remaja lainnya yang sudah mengonsumsi alkohol, maka remaja tersebut akan penasaran untuk mencoba minuman beralkohol juga.

Remaja yang sedang mengalami masalah atau pernah mengalami trauma psikologis, minuman beralkohol bisa menjadi pelarian untuk meredakan masalah. Hal ini seringkali terjadi pada remaja yang tidak didampingi oleh orangtuanya dan tidak mempunyai orang lain yang bisa diajak bicara atau dimintai pendapat mengenai masalah yang sedang terjadi.

Remaja yang orangtuanya bercerai atau lebih dikenal dengan remaja broken home juga seringkali dapat menjadi pecandu alkohol karena tidak adanya pengawasan dari orangtua dan merasa ditinggalkan oleh orangtua yang seharusnya selalu berada di samping anak.

Kemajuan teknologi juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah remaja pecandu minuman keras. Teknologi canggih seperti internet membuat remaja memiliki akses untuk melihat berbagai macam informasi mengenai minuman beralkohol baik berupa informasi tertulis, gambar, maupun video.

Selain itu, kecanggihan teknologi komunikasi juga memungkinkan remaja untuk mengakses atau membeli minuman keras. Ada banyak lagi faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah kasus remaja miras di Indonesia dan sudah sepantasnya kita ikut peduli pada remaja Indonesia.

Demikianlah penyebab jumlah kasus remaja miras di Indonesia. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan pembaca, terutama dalam membantu penyelesaian kasus miras di Indonesia.

Selanjutnya : Mewaspadai Macam-Macam Bisnis Penipuan
Sebelumnya: Berbagai Latihan Taktik Futsal
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar