Penyebab Tingginya Jumlah Pengangguran di Indonesia

Jumlah pengangguran di Indonesia dapat ditelaah berdasarkan umur dan tingkat pendidikan. Sebelum mengulas mengenai jumlah penggangguran berdasarkan masing-masing kategori, mari kita simak penjelasan dari masing-masing acuan tersebut.

Tingkat Pengangguran Berdasarkan Umur

Ukuran yang digunakan pada pengelompokkan ini adalah tingkat pengangguran terbuka. Fungsi dari ukuran ini untuk menunjukkan jumlah penawaran tenaga kerja dan kebutuhan lapangan pekerjaan. Perhitungan ini didapatkan dengan menghitung jumlah mutlak angkatan usia kerja yang menganggur dan yang pernah bekerja namun sedang mencari pekerjaan kembali. Orang-orang yang tergolong angkatan usia kerja adalah para lulusan sekolah dan orang-orang yang sedang mencari kerja. Jumlah tersebut dibagi dengan total angkatan kerja, kemudian dikonversi dalam bentuk persen.

Pada umumnya, persentase jumlah pengangguran di negara Indonesia tinggi di kisaran usia muda antara 15 tahun hingga 19 tahun, sedangkan pada kisaran usia 30 tahun hingga 34 tahun persentase ini menurun tajam. Pada kategori usia tua, persentase ini pun masih rendah, namun meningkat kembali memasuki usia lansia atau non produktif.

Tingkat Pengangguran Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Di desa, tingkat pengangguran berdasarkan tingkat pendidikan yang diselesaikan biasanya lebih rendah ketimbang di kota. Namun pada jenjang sekolah menengah, angka pengangguran di desa lebih tinggi. Hal ini kemungkinan disebabkan banyaknya lulusan sekolah menengah yang langsung mencari pekerjaan karena tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah atas. Pada kategori jenjang sekolah menengah atas memiliki angka yang hampir sama. Tingkat pengangguran di kategori ini paling tinggi, baik di desa maupun di kota.

Penyebab Tingginya Jumlah Pengangguran di Negara Indonesia

Faktor penyebab tingginya jumlah pengangguran di Indonesia adalah taraf hidup penduduk di Indonesia yang masih rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya penyerapan sumber daya yang ada, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

Rata-rata-negara berkembang memang punya masalah tersebut, tak hanya di Indonesia. Hal ini disebabkan tingkat efektivitas dan efisiensi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya yang masih buruk. Jika ditelaah, penyebab kedua masalah ini ternyata seperti lingkaran setan. Sebab penyebab dari kurangnya efektivitas dan efisiensi ini akibat tingginya tingkat pengangguran terselubung dan tingkat pengangguran penuh. Jumlah tingkat pengangguran tersebut pun terus mengalami peningkatan.

Pengangguran penuh atau biasa juga disebut sebagai pengangguran terbuka adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dan keinginan untuk bekerja, namun tak memperoleh lapangan kerja.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai kategori pengukuran persentase jumlah pengangguran di Indonesia dan penyebab timbulnya pengangguran.

Loading...
Selanjutnya : Mengenal Karakter Snowhite dan Tujuh Kurcaci
Sebelumnya: Apa Tujuan Dibuatnya Facebook?
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar