Mengenal Jurnal dalam Akuntansi Dasar

Jurnal dalam akuntansi dasar adalah hal yang harus dipahami sebelum mempelajari tentang pembukuan lebih jauh lagi. Akuntansi sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang pembukuan dan pencatatan transaksi serta keuangan dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Ilmu akuntansi tak bisa lepas dari apa yang disebut dengan jurnal karena jurnal sendiri adalah bagian dari akuntansi. Pada kesempatan kali ini saya akan mengupas tentang jurnal yang ada dalam ilmu akuntansi. Apa sebenarnya pengertian jurnal dalam ilmu pembukuan atau akuntansi?

Secara umum, jurnal dapat diartikan sebagai catatan kronologis atau catatan yang diurutkan berdasarkan waktu. Bagiaman jurnal dalam ilmu akuntansi? Secara umum, jurnal dalam ilmu akuntansi ini memiliki arti yang tak beda jauh dengan jurnal dalam arti yang sebenarnya, yakni catatan kronologis. Jurnal dalam ilmu akuntansi dapat dikatakan sebagai catatan secara kronologis yang berisi transaksi-transaksi yang lengkap dengan jumlah nominalnya dan diletakkan dalam debet atau kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi. Tak hanya itu, jurnal transaksi ini juga harus disertai dengan referensi transaksi yang valid.

Fungsi Jurnal dalam Ilmu Akuntansi

Apa fungsi jurnal dalam ilmu akuntansi? Fungsi jurnal dalam akuntansi dasar sangat penting karena jurnal adalah bagian dari akuntansi itu sendiri. Berdasarkan referensi dari beberapa sumber tepercaya, jurnal dalam akuntansi ini memiliki tiga fungsi utama, yakni fungsi pencatatan, fungsi analisa, dan yang terakhir adalah jurnal yang berfungsi sebagai historis.

Jurnal dalam akuntansi dapat berfungsi sebagai pencatatan, yakni mencatat semua transaksi yang terjadi di perusahaan atau organisasi secara kronologis. Sedangkan jurnal yang berfungsi analisa adalah jurnal yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan atau analisa untuk memperkirakan yang ada di debet atau di kredit.

Tak hanya itu, fungsi jurnal sebagai analisa ini juga dapat digunakan untuk menganalisa keadaan keuangan perusahaan untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan di masa depan. Sedangkan yang terakhir adalah jurnal yang memiliki fungsi sebagai historis, yakni pencatatan yang dilakukan secara kronologis yang nantinya akan bermanfaat ketika perusahaan melakukan pengecekan aktivitas keuangan di masa sebelumnya.

Bentuk Jurnal

Pada ilmu akuntansi dasar atau tingkat lanjut, bentuk jurnal ini sama, yakni terdiri dari tanggal, keterangan transaksi, kolom debet, dan kolom kredit. Semua transaksi yang dilakukan perusahaan akan dicatat pada jurnal secara berurutan dalam bentuk seperti yang disebutkan tadi. Sampai di sini dulu pembahasan mengenai pengertian jurnal dalam akuntansi dasar, semoga bermanfaat bagi pembaca semua.

Selanjutnya : Menyelesaikan Contoh Karya Tulis Bab 4
Sebelumnya: 7 Efek Penggunaan Tensimeter
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

loading