Kajian dalam Sosiologi


Kajian dalam sosiologi berawal dari kata sosiologi yang berakar dari kata dalam bahasa Latin, yaitu  Socius. Socius berarti  teman atau kawan sementara logos bermakna ilmu pengetahuan. August Comte  yang hidup pada periode  1798 – 1857 Masehi, merupakan orang yang pertama kali mengenalkan istilah sosiologi. Istilah ini diperkenalkan oleh August Comte.

Sosiologi pada umumnya memang dikenal sebagai ilmu pengetahuan yang membahas atau menjadikan masyarakat sebagai objek penelitian, terutama berkaitan dengan bidang sosial. Masyarakat merupakan gabungan individu yang memiliki hubungan, mempunyai kepentingan bersama serta  budaya.

Laiknya sebuah ilmu pengetahuan, Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang kehidupan masyarakat yang dibuat atas dasar pemikiran ilmiah serta dapat menjadi bahan diskusi, baik antara perorangan atau kelompok. Kelompok ini meliputi keluarga, bangsa, suku, organisasi berbagai bidang, bangsa dan negara.

Tokoh Sosiologi

August Comte sang ilmuwan Perancis ini kemudian diberi gelar  penemu Sosiologi. Sosiologi yang merupakan ilmu yang belajar mengenai masyarakat ini berawal dari wilayah Eropa. Kala itu para ilmuwan Eropa  kemudian berusaha menciptakan sebuah teori sosial yang berlandaskan pada ciri yang dimiliki oleh masyarakat secara hakiki. Kajian sosiologi berkembang pesat di Eropa. Hal ini terlihat dari munculnya  banyak ilmuwan do bidang sosiologi dari sana.

Nama-nama seperti  Herbert Spencer,  Ferdinand Tönnies, Emile Durkheim, Karl Marx, Georg Simmel,  Pitirim Sorokin dan Max Weber adalah para ilmuwan yang datang dari Eropa. Mereka memiliki jasa dalam menyumbangkan sejumlah ilmu sosiologi pendekatan dalam mempelajari masyarakat.  Ilmu yang sangat  berguna dalam perkembangan Sosiologi.

Herbert Spencer seorang ilmuwan yang berasal dari Inggris mempublikasikan tentang sosiologi. Herbert Spencer seorang ilmuwan yang berasal dari Inggris mempublikasikan tentang sosiologi.

Spencer  memperkenalkan sebuah pendekatan sosiologi baru bernama   analogi organik. Pendekatan  yang dianggap mampu memahami masyarakat berupa perwujudan dari sebuah organisasi tersusun dari unit-unit yang memiliki ketergantungan antara satu dan lainnya.

Pendekatan berbentuk materialisme dialektis juga diperkenalkan oleh Karl Marx.  Materialisme dialektis adalah sebuah pendekatan  yang beranggapan bahwa masalah atau konflik yang terjadi antara kelas sosial masyarakat menjadi pemicu perubahan dalam masyarakat itu sendiri.

Selanjutnya : Pengganti Pesawat Telepon Kabel
Sebelumnya: Cara Membuat Sabun Cuci Piring Cair
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar