Kalimat Pembuka Dalam Ceramah Agama Islam


Kalimat pembuka dalam ceramah agama Islam sering kali menjadi permasalahan bagi mereka yang belum terbiasa. Padahal, sebenarnya kalimat pembuka dalam ceramah tidak harus berbelit-belit. Cukup dengan khutbatul hajjah seperti berikut. Kalimat Pembuka Dalam Ceramah Agama Islam

Kalimat Pembuka Dalam Ceramah Agama Islam

Khutbaul hajjah boleh dipakai dalam ceramah kultum ramadhan, khutbah jum’at, dan semisalnya. Sebab, khutbatul hajjah adalah sunnah dari Nabi sebelum berkhutbah atau ceramah.

Beliau mengucapkan pembuka itu ketika beliau berhaji wada’ dan khutbatul hajjah adalah standar kalimat pembuka dalam ceramah. Namun, banyak orang yang belum tahu tentang haal ini dan juga belum faham. Itulah sebabnya ada sebagian dari mereka justru berbantah-bantahan tentang  boleh dan tidaknya.

Kalimat pembuka dalam ceramah bersifat tidak baku, sedangkan khutbatul hajjah di atas hanyalah saran dari Nabi. Namun, jika Anda ingin memakai kalimat yang lain misalnya dengan sholawat dan salam untuk Nabi kemudian memulai ceramah juga tidak apa-apa.

Ceramah adalah upaya untuk syiar Islam. Dakwah agama dan juga upaya untuk mengajak manusia kepada jalan keselamatan, yaitu jalan Allah. Makanya, dalam memulai berdakwah ini hendaknya seorang pendakwah harus faham beberapa hal, yaitu sebagai berikut.

  1. Wajib mengajak dengan hikmah
  2. Harus memiliki kemampuan atau ilmu yang akan disampaikan

Itulah dua hal yang harus diketahui sebab zaman sekarnag orang berdakwah lebih mengutamakan baju, sehingga orang akan terkotak-kotak dalam fanatisme golongan. Akibatnya mereka mudah menjelekkan lainnya. Padahal, dakwah Islam ini haruslah lebih mengedepankan akhlak. Agar orang yang diajak pun merasa senang.

Hakikatnya dair dakwah Islam ini adalah menundukkan hati bukan fisik. Dakwah itu mengajak bukan mengejek, jadi jangan jadikan kelemahan orang lain sebagai bahan untuk mencemooh.

Dakwah itu mencerahkan bukan memusingkan. Makanya jangan suguhi mereka dengaan perpecahan dan juga fanatisme golongan yang mengerikan. Agar umat Islam menjadi besar dan juga mengerti akan makna ukhuwah Islamiyyah yang sebenarnya.

Jadi, seorang pendakwah wajib untuk mengerti keadaan orang yang akan didakwahi. Dengan demikian, hakikat bahwa Islam adalah rohmatan lil ‘alamin atau Islam sebagai rohmat semesta alam benar-benar terpenuhi. Sebab memang begitulah Islam, bagaimana menurut Anda? Semoga uraian mengenai kalimat pembuka dalam ceramah agama Islam tersebut bermanfaat.

Selanjutnya : Sejarah Permainan Basket Kursi Roda dan Atlet Basket Kursi Roda
Sebelumnya: Kenali Ciri-ciri Bayi Alergi Protein Sapi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar