Kandungan Pewarna Makanan yang Berbahaya bagi Kesehatan


Mungkin sebagian besar masyarakat sudah tidak asing mendengar istilah zat adiktif makanan, yaitu zat yang ditambahkan secara sengaja ke dalam makanan atau minuman. Bentuk zat adiktif bermacam-macam seperti pewarna, penyedap rasa, penguat rasa, pemanis dan lain sebagainya.

Kandungan pewarna makanan berisi zat adiktif ini yang sering digunakan sebagai campuran jajanan-jajanan tidak sehat. Zat adiktif ini ada yang bersifat alami karena dibuat dari bahan-bahan alami, dan ada pula yang sintetis karena merupakan zat adiktif buatan.

Bagi Anda yang menggunakan zat adiktif alami seperti menggunakan daun suji untuk mendapatkan warna hijau, ubi ungu untuk mendapatkan warna ungu atau menggunakan madu sebagai pemanis alami dan sebagainya sepertinya tidak perlu khawatir karena semua itu aman bagi kesehatan bahkan memberikan manfaat juga bagi kesehatan tubuh.

Namun jika Anda sudah terbiasa menggunakan zat adiktif sintetis sepertinya harus mewaspadai berbagai kandungan zat berbahaya,seperti kandungan pewarna untuk makanan berbahaya yang akhir-akhir ini marak menjadi perbincangan.

Pada kadar tertentu, pewarna makanan diperbolehkan untuk digunakan berdasarkan ketetapan yang sudah ditentukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun bisa berbahaya jika digunakan secara berlebihan dan tidak tepat penggunaannya, misalnya pewarna tekstil digunakan sebagai pewarna makanan dengan alasan lebih murah. Pewarna yang digunakan untuk keperluan tekstil biasanya mengandung residu logam berat yang sangat tidak layak dan berbahaya jika dikonsumsi.

Pewarna buatan menjadi pilihan utama bagi para produsen makanan, karena selain harganya lebih murah dan praktis dibandingkan menggunakan pewarna alami, juga warna yang dihasilkan terlihat lebih cerah dan stabil meskipun digunakan dalam jumlah yang sedikit.

Pewarna Makanan dan Dampaknya bagi Kesehatan

Berbagai dampak pewarna makanan bisa menyerang kesehatan manusia, yaitu menyebabkan kanker terutama yang menyerang organ hati dan ginjal sebagai organ penyaring racun tubuh. Bahkan dampak paling besar bisa berujung pada kematian jika dikonsumsi secara berkelanjutan dalam jumlah yang besar.

Terdapat berbagai jenis pewarna makanan yang sudah dilarang penggunaannya, diantaranya Rhodamin B (merah), Methanil Yellow (Kuning), Methyl Violet (Ungu), Melachit Green (hijau), dan semua jenis pewarna makanan yang larut dalam minyak karena bisa membahayakan kesehatan.

Banyaknya kandungan pewarna makanan yang berbahaya disekitar kita, semestinya meningkatkan kesadaran kita untuk menjaga makanan yang dikonsumsi. Cobalah beralih menggunakan pewarna alami saat memasak dan mengolah makanan.

Selanjutnya : Kumpulan Puisi Pendidikan untuk Guru
Sebelumnya: Lima Dasar Negara Oleh Ir. Soekarno
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar