Karikatur Masalah Sosial


Karikatur masalah sosial semakin marak menghiasi media massa dewasa ini. Masyarakat semakin pandai mengungkapkan sindiran terhadap permasalahan yang terjadi dan tengah menjadi issu hangat untuk diperbincangkan. Kritik jenaka melalui karikatur adalah salah satu sarana untuk menyatakan pendapat terhadap suatu masalah.

Persoalan sosial yang tengah dihadapi masyarakat menginspirasi media massa untuk mengupas permasalahan tak hanya secara detail dalam rubrik opini atau tajuk berita namun penggambaran dan kritik melalui karikatur terbukti mampu mencuri hati pemirsa, karena penyampaiannya yang santun dan jenaka. Pengertian Karikatur oleh beberapa tokoh dapat diartikan sebagai berikut:

a. Menurut Pramoedjo : karikatur merupakan bagian atau bentuk kartun yang mengandung pesan tersirat, bernuansa kritik sang pelukis kartun terhadap suatu pokok permasalahan

b. Menurut Indarto : karikatur adalah gambar yang mengandung lelucon bernada sindiran namun tidak bertujuan melecehkan atau mempermalukan seseorang

c. Menurut Sobur : kartun atau karikatur merupakan hasil karya seseorang yang bertujuan menanggapi suatu kejadian, ucapan tokoh tertentu dan mengandung pemikiran atau pesan tertentu namun disampaikan secara jenaka.

Selain itu karikatur jenis ini memiliki beberapa ciri khas yang ditampilkan dalam setiap karikaturnya, seperti:

a. Menggunakan simbol (bahasa non verbal) dan tokoh kartun.
b. Bahasa yang digunakan santai dan lugas.
c. Menimbulkan kesan humor sehingga pihak yang (mungkin) tersindir tidak merasa dilecehkan namun justru tersenyum karena sindiran tersebut.
d. Menggunakan kalimat singkat namun tepat pada sasaran.

Masalah sosial yang sering disorot menjadi tema karikatur di sebuah media adalah kesenjangan sosial yang terjadi di negeri tercinta ini, ketika harga tiket konser musik yang mendatangkan artis manca seharga UMR sebuah kota, harga keledai yang membubung hingga menyebabkan pengrajin tahu dan tempe serta rakyat kecil penikmatnya menjerit tanpa suara, hingga kelakuan anggota dewan yang seolah tak memiliki rasa tepo saliro dengan berpesiar ke luar negeri dengan biaya negara berdalih studi banding sementara rakyat sedang pusing tujuh keliling.

Karikatur masalah sosial mungkin tak dapat menyelesaikan masalah seketika itu juga, namun kehadiran satire, sindiran berbalut humor setidaknya memberikan hiburan sekaligus pencerahan atas suatu kejadian sekaligus menjadi ajang kreativitas pembelajaran kepada masyarakat yang mengedepankan intelektualitas.

Selanjutnya : Kumpulan Resep Mancing Ikan Mas
Sebelumnya: Pendekatan Sosiologi Komunitas
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar