Karya Tulis Kesehatan Ibu dan Anak

Dalam dunia maya, banyak digelar lomba membuat karya tulis kesehatan ibu dan anak. Dari hasil mesin pencarian, terdapat sekitar lebih dari 200 ribu hasil perlombaan membuat karya tulis ini. Bisa dikatakan bahwa materi kesehatan antara ibu dan anak sangat dibutuhkan oleh khalayak ramai, terutama bagi para ibu muda ataupun calon ibu. Dari mesin pencarian pun terdapat sekitar 278 ribu hasil situs yang membahas masalah kesehatan ibu dan anak.

Materi yang Dicari Khalayak

Loading...

Memiliki buah hati adalah anugerah yang sangat indah dan diidamkan bagi kebanyakan pasangan menikah. Namun, bukan berarti merawat anak tak menghadapi kendala apapun. Bisa dikatakan menjaga dan mendidik anak memerlukan perhatian ekstra. Bagi para pasangan muda atau yang belum memiliki banyak pengalaman seputar permasalahan kesehatan ibu dan anak, media online merupakan salah satu alternatif jalan keluar untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya tanpa batas. Biasanya banyak dari ibu muda yang melakukan searching seputar kesehatan anak meliputi masalah penyakit/sakit, pola asuh, ASI, pola didik, resep makanan untuk kesehatan anak, dan sebagainya.

Misalnya saja seputar sakit atau gejala-gejala penyakit yang diderita sang anak dan cara penanggulangannya. Sebelum sang ibu membawa ke dokter spesialis anak, ada sebagian dari mereka yang melakukan pengobatan terlebih dahulu di rumah. Tak jarang para ibu berperan sebagai dokter keluarga dan menganalisa ciri-ciri dari sakit yang ditimbulkan oleh anggota keluarganya dengan mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan yang ada, yang bersumber dari buku, atau artikel situs, dari pengalaman orangtua, dan sebagainya. Setiap ibu memiliki pola asuh dan pemahaman yang berbeda tentang anak. Namun memiliki satu tujuan yang sama yaitu menginginkan sang buah hati tetap sehat dan berkembang dengan baik.

Tips bagi Anak yang Sulit Makan Sayur

Berikut ada beberapa tips hasil dari karya tulis kesehatan seputar kebiasaan memakan sayuran. Umumnya, anak-anak ketika menginjak usia prasekolah sulit sekali memakan sayuran. Padahal, sejak lepas ASI dan mulai dikenali MPASI, saat usia 6 bulan sudah dikenalkan beragam sayur mayur yang dihaluskan dan divariasikan dengan bahan pendukung lainnya. Biasanya, kebiasaan memilah-milih makanan akibat dari meniru kebiasaan orangtuanya. Atau bisa juga karena sang anak malas untuk mencoba hal-hal baru. Picky eater atau kebiasaan memilah-milah makanan sebaiknya harus segera diatasi agar tidak mengganggu asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Adapun solusinya ialah, ubahlah kebiasaan makan orangtua untuk tidak memilih-milih makanan. Biasakan mengonsumsi bahan makanan yang sudah tersedia untuk dimakan. Kemudian, belajarlah membujuk si anak untuk terus mencoba sayuran yang belum pernah dicobanya dalam jumlah sedikit terlebih dahulu sebagai pengenalan. Serta, jelaskan manfaat sayuran tersebut padanya bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuhnya. Selain itu, perlihatkan padanya bahwa orangtuanya pun suka mengonsumsi makanan tersebut sehingga si anak akan meniru dan mencobanya.

Kreasikan sayuran dalam bentuk yang menarik agar si anak terlihat bersemangat melihat tampilan yang disuguhkan. Ajak si kecil bercerita dengan menggunakan bahan-bahan sayur tersebut sebagai tokohnya. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan cara memotong kecil-kecil sayuran dan selipkan di dalam nasi atau makanan yang disukai anak. Dengan cara begitu, anak tidak akan menyadari bahwa ada sayuran yang masuk ke dalam mulutnya.

Selama ada perkembangbiakan, dan selama kemajuan teknologi semakin memudahkan masyarakat, selama itu juga karya tulis kesehatan ibu dan anak akan selalu diperlukan.

Loading...
Selanjutnya : Fungsi Media Komunikasi Audio dan Manfaatnya Di Bidang Pendidikan
Sebelumnya: Definisi Teori Pengembangan Kognitif yang Dikembangkan Piaget
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar