Kata-kata Filsafat Sufi


Ketika ada kata-kata filsafat sufi yang dikritik, orang banyak yang berpikir mengapa sampai dikritik. Misalnya, ‘Beribadah seolah Allah Swt tidak menerima ibadah itu’. Sekilas mungkin saja benar. Tetapi bukankah setiap individu harus selalu optimis bahwa hal baik apa pun yang ia lakukan ketika ia melakukannya diawali dengan basmalah dan niat yang ikhlas, perbuatan itu akan bernilai pahala.

Kata-kata filsafat itu terkadang sulit dipahami oleh orang awam. Tidak salah kalau banyak orang mengira para filsuf itu adalah orang ‘gila’. Namun, sesungguhnya mereka mempunyai pandangan yang sungguh luar biasa. Asalkan apa yang mereka utarakan tetap berpegang pada ajaran Islam yang benar dan tidak melebihkan sesuatu, kata-kata mereka masih bisa diikuti.

Tetapi kalau kata-kata mereka sampai disejajarkan dengan hadits atau bahkan isi Al-Quran, hal ini pasti salah. Apalagi jika sampai mereka dianggap suci dan mempunyai karomah seperti nabi dan rasul, hal ini menjadi terlalu berlebihan dan tidak boleh dilakukan. Perlu diingat bahwa apakah manusia itu masuk neraka atau masuk surga bukan ditentukan oleh manusia.

Oleh karena itulah, tidak ada satu pun manusia yang bisa menetapkan bahwa seseorang yang sangat bejat itu pasti masuk neraka. Begitu juga dengan orang yang sangat baik. Belum tentu ia pasti masuk surga karena hanya Allah Swt yang tahu apa yang diperbuat oleh setiap manusia.

Meletakkan Dunia pada Tempat Semestinya

Kata-kata bijak tentang dunia adalah meletakkan dunia pada tempatnya. Orang yang belajar tentang filsafat tentu akan memahami bahwa dunia ini penting tetapi mereka hanya akan menempatkannya di otaknya saja dan tidak di hatinya. Dunia itu bisa menjadi jembatan yang menyelamatkan ketika dimanfaatkan dengan baik selagi nyawa masih di dalam badan.

Senang memberi adalah salah satu jalan membuat dunia menjadi wahana yang indah menggapai kematian yang mulia. Ketika tidak berpikir bahwa apa yang diberikan itu akan hilang, maka rasa bahagia memberi akan selalu hadir setelah memberi kepada orang lain.

Cinta Pada Allah Swt Adalah Cinta Sesungguhnya

Saat rasa galau tak tertahankan, sesungguhnya ada yang salah dalam mencintai manusia. Untuk itula, melatih diri untuk menyadari bahwa hanya cinta pada Allah Swt sajalah yang akan menyelamatkan. Pemahaman tentang kata-kata filsafat sufi hendaknya membawa pengertian tentang hidup yang sebenarnya.

Selanjutnya : Berita tentang Kerusakan Laut di Indonesia
Sebelumnya: Mengenal Istilah-Istilah dalam Akuntansi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar