Keajaiban Allah Harun Yahya dalam Penciptaan Manusia


Keajaiban Allah Harun Yahya berkaitan dengan penciptaan manusia. Harun Yahya adalah seorang ilmuwan muslim yang dengan tegas melawan teori evolusi yang dinyatakan oleh Darwin serta semua teori ilmuwan barat yang bertentangan dengan penciptaan manusia oleh Allah yang terdapat di dalam Al-Quran. Teori penciptaan menurut ilmuwan barat yang melibatkan terori evolusi mempunyai perbedaan mendasar dengan hakikat penciptaan manusia menurut Al-Quran.

Bila teori evolusi menyatakan manusia berasal dari kera, maka Al-Quran menyatakan manusia diciptakan karena kehendak Allah dan berdasarkan rancangan dan rencana-Nya. Di dalam agama Islam, penciptaan manusia adalah suatu kuasa Allah, yang mana manusia diciptakan dengan tugas menjaga dan melestarikan bumi. Semua manusia diciptakan dari bahan yang sama dan diberikan rezeki dan nikmat kehidupan.

Keajaiban Allah Harun Yahya menjelaskan betapa sempurnanya manusia sebagai ciptaan Allah karena raga manusia sangat sempurna, sesuai dengan fungsinya masing-masing. Bila kita melihat teori evolusi yang mengatakan bahwa nenek moyang kita adalah kera, maka dalam hati pasti kita bertanya sehebat itukah proses evolusi sehingga kera yang liar berubah menjadi manusia bermoral? Harun Yahya tidak dapat menerima teori ini karena menyamakan manusia yang berakal budi dengan seekor kera yang hanya mempunyai naluri.

Semua di dunia ini tentu ada penciptanya, yaitu Allah Swt. Allah menciptakan semua bagian dari tubuh sesuai dengan fungsinya masing-masing. Semua itu bukanlah suatu kebetulan yang muncul dari alam biasa sesuai teori evolusi. Implikasi dari penciptaan manusia oleh Allh Swt adalah manusia harus menyadari segala perbuatannya di dunia dan disesuaikan dengan perintah dan larangan Allah.

Teori penciptaan manusia oleh Allah tentunya melibatkan hakikat kematian. Kematian bagi manusia bukan sekadar penguraian tubuh menjadi tanah, melainkan suatu awal kehidupan baru. Kematian merupakan saat di mana manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia ke hadapan Allah. Ada dua pilihan setelah kematian, surga atau neraka. Semua disesuaikan dengan amal perbuatan manusia di dunia.

Baik surga maupun neraka memiliki hubungan timbal balik dengan kehidupan manusia saat ini. Surga adalah dunia baru bagi manusia yang telah melakukan segala perbuatan sesuai hukum Allah dan taat terhadap-Nya, sedangkan neraka adalah dunia bagi para penikmat nafsu duniawi yang tidak terkekang.

Ilmu pengetahuan dengan agama kadang-kadang bertentangan. Tetapi, kita harus bisa menempatkan keduanya pada porsi yang berbeda dan keutamaan kita adalah agama. Kita harus yakin dengan pendapat keajaiban Allah Harun Yahya agar kita semakin dekat dengan Allah.

Selanjutnya : Kegiatan Ibu Sehari-hari
Sebelumnya: Tips Memilih Kata-kata untuk Bersahabat Baik
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar