Keanekaragaman Budaya di Papua Barat

Keanekaragaman budaya di Papua Barat merupakan bagian dari keaneka ragaman budaya Indonesia secara keseluruhan. Papua Barat sendiri merupakan provinsi baru pecahan dari provinsi Papua atau Irian Jaya. Tidak kurang dari 24 suku asli Papua yang berdiam di provinsi ini. Dua suku yang sudah sangat dikenal adalah suku Asmat dan suku Dani. Suku-suku non Papua juga banyak yang mendiami provinsi ini, seperti suku Jawa, Dayak,  Bugis, Manado, dan Batak.

Tradisi Keseharian

Masyarakat tradisional Papua Barat tinggal di rumah yang disebut dengan Honai. Hunian ini terdiri dari atap yang terbuat dari rumput kasar, tembok yang terbuat dari kayu, serta tidak memiliki jendela. Dalam keseharian para pria suku tradisional Papua menggunakan benda yang disebut dengan koteka.

Koteka berasal dari labu air yang dikeringkan untuk menutupi kemaluan pria. Koteka ini terdisi dari berbagai jenis dan ukuran, tergantung dari fungsinya. Koteka berukuran pendek digunakan untuk bekerja, sementara koteka berukuran panjang dan dipenuhi hiasan digunakan untuk upacara adat.

Makanan keseharian suku-suku ini adalah ubi jalar dan sagu. Kedua jenis makanan ini dimasak di atas daun talas, daun pisang, atau daun singkong. Pada saat tertentu, seperti dalam sebuah perayaan, suku ini memasak makanan yang disebut dengan batu bakar, yaitu ayam atau babi yang dipotong lalu dilemparkan ke dalam lubang berisi bara.

Tradisi Perkawinan

Secara ringkas, kesepakatan perkawinan dalam tradisi suku tradisional di sini terjadi apabila pihak laki-laki dapat memenuhi semua permintaan dari pihak perempuan. Masyarakat pesisir biasanya menggunakan piring gantung, kain timur, gelang, serta beberapa barang lagi sebagai mas kawin. Sementara masyarakat pegunungan menggunakan kulit bia, babi peliharaan, serta beberapa barang lainnya sebagai mas kawin.

Tradisi Perkabungan dan Peringatan Kematian

Hal unik lainnya dari keanekaragamanan budaya di Papua Barat adalah tradisi perkabungan dan peringatan kematiannya. Salah satu suku misalnya mengungkapkan kesedihan karena ditinggal anggota keluarga dengan melakukan ritual potong jari agar tidak terjadi malapetaka bagi anggota keluarga yang lainnya. sementara Suku Dani memiliki tradisi mengawetkan tetua adat atau pemimpin suku mereka. Bagi suku ini, mumi sebagai pemuliaan terhadap leluhur dan agama.

Aspek kesenian belum termasuk ke dalam keanekaragaman budaya di Papua Barat di atas. masyarakat pesisir di provinsi ini mengenal serangkaian tari-tarian yang disebut dengan nama Yosim Pancar. masyarakat tradisional papua juga memiliki alat musik tradisional yang disebut dengan tifa, atowo, dan fu. terakhir, jangan lupakan Suku Asmat. ukiran kayu suku ini terkenal hingga ke luar negeri dan menjadi salah satu penghubung Papua dengan daerah di luarnya.

Loading...
Selanjutnya : Negara-negara Kapitalisme Menuai Kritik Tajam
Sebelumnya: Kenapa Tidak Bisa Main Point Blank
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar