Batik, Salah Satu Keanekaragaman Budaya Nusantara

Indonesia yang terdiri dari gugusan pulau dari Sabang sampai Marauke dengan 34 provinsinya, memiliki keanekaragaman budaya nusantara yang sangat banyak dan unik. Salah satunya yang sudah diakui oleh dunia lewat UNESCO adalah batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009. Setiap tanggal tersebut diperingati sebagai hari batik sedunia.

Hampir semua negera memiliki kain bermotif yang dibuat dengan teknik yang hampir sama dengan pembuatan kain batik yang berasal dari Indonesia ini. Batik sendiri memiliki arti (dilihat secara definisi) sebagai teknik untuk menahan warna di atas kain dengan menggunakan malam atau lilin. Namun yang membedakan batik Indonesia dengan batik-batik negera lain adalah canting, sebuah alat yang dipakai untuk mengambil cairan malam atau lilin sebelum di torehkan ke kain. Alat inilah yang membuat batik Indonesia memiliki beragam motif dan detail dengan simbol-simbol yang bermakna.

Motif dan Corak Batik

Batik merupakan kerajinan eksklusif perempuan pada zaman dulu, khususnya di daerah Jawa. Batik adalah warisan nenek moyang Indonesia yang diwariskan secara turun temurun oleh sebuah keluarga sehingga menghasilkan motif tertentu. Motif tersebut dapat mencirikan  status seseorang melalui corak dan warna tertentu.

Dalam perkembangannya, motif batik akhirnya dipengaruhi oleh budaya asing, khususnya di daerah pesisir. Pengaruh-pengaruh asing yang mendatangi Indonesia untuk berdagang maupun menjajah dari tahun ke tahunnya menambah keanekaragaman motif batik Indonesia, khususnya batik pesisir. Seperti halnya batik dengan motif-motif flora dan hiasan non-figuratif yang dilakukan oleh para santri sebagai pemahaman mereka terhadap ajaran Islam.

Lalu adanya batik peranakan atau batik cina dengan warna-warna cerah (merah) dan burung phoenix yang mendapat pengaruh dari budaya China dengan latar yang rumit dan detail. Ada pula pengaruh dari Belanda dengan buket bunganya dan gambar renda pada ujung kain batik dengan latar polos. Keadaan saat penjajahan Jepang pun mempengaruhi motif batik Indonesia. Dengan lahirnya kain batik pagi-sore, yang dalam satu lembar kain memiliki dua sisi yang dapat dipakai pada siang dan malam hari dan batik Djawa Hokokai.

Teknik Pembuatan Batik

  1. Batik tulis adalah teknik pembuatan batik secara tradisional dengan menorehkan malam pada kain berukuran 2 x 1,25 meter, dibuat bolak-balik menggunakan canting sehingga menghasilkan motif yang lebih rumit dan ketidaksempurnaan pada motifnya. Serta hanya ada satu lembar dengan tulisan nama pembuatnya pada ujung kain.
  2. Batik cap adalah teknik pemuatan batik dengan bantuan lempengan besi yang bermotif dan ditempelkan pada kain seperti menge-cap. Motif pada kain biasanya berulang tanpa detail, dengan satu sisi kain bermotif sedang sisi satunya lagi berwarna lebih redup. Teknik ini muncul karena adanya peningkatan permintaan kain batik pada pertengahan abad XIX dan memungkinkan kaum laki-laki untuk membatik.
  3. Batik print adalah teknik pembuatan batik dengan teknik printing mesin pabrik. Batik yang dijual per meter ini memiliki motif sangat detail dan rapi dengan warna yang cerah dan menarik, namun sisi belakangnya berwarna putih. Proses pembuatannya sangat cepat dan dapat memproduksi dalam jumlah banyak. Harganya pun hemat. Selain di print, batik pun bisa dilakukan dengan teknik sablon seperti pembuatan sablon kaus, namun hasilnya berbeda kualitas dan mutunya.

Tidak hanya batik keanekaragaman budaya nusantara yang dimiliki Indonesia. Banyak budaya yang bisa diangkat dan diperkenalkan ke mancanegara serta diakui sebagai kebudayaan nusantara. Hal itu harus dilakukan oleh generasi berikutnya sebagai penerus bangsa sebagai cara pelestarian peninggalan nenek moyang kita.

Loading...
Selanjutnya : Mengetahui Perhitungan Bagi Hasil Deposito BRI Syariah
Sebelumnya: Contoh Pertanyaan untuk Populasi, Sample dan Sampling Dalam Penelitian Ilmiah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar