Keberhasilan Bank Syariah pada Indikator Intermediasi


Ciri keberhasilan bank syariah itu sekurang-kurangnya ada enam hal, yakni, semua transaksi keuangan hanya berdasarkan pada hukum Islam, mengedepankan prinsip bagi hasil, jual beli dan sewa, terdapat orientasi laba dan falah (urusan ibadah dunia dan akhirat sesuai tuntunan dalam Islam), bersifat kemitraan antara pihak nasabah dengan perbankan, penggalangan dana dan intermediasi harus berdasarkan fatwa dari Dewan Pengawas Syariah.

Dalam sistem keuangan, perbankan syariah dilarang melakukan praktik-praktik transaksi seperti perdagangan produk-produk yang diharamkan dalam ajaran Islam, penggunaan bunga atau riba dalam model bentuk apapun, adanya transaksi yang memiliki unsur spekulasi terencana, transaksi yang bersifat perjudian, transaksi yang akadnya tidak jelas dan banyak unsur manipulatif. Dengan demkikian, tujuan utama yang dituju dalam perbankan syariah yakni adanya nilai kemaslahatan bagi semua pihak.

Ukuran keberhasilan bank-bank syariah itu terletak pada terbentuknya kemaslahatan yang dapat dirasakan oleh semua pihak, entah itu pihak bank, nasabah atau masyarakat pada umumnya. Untuk mewujudkan semua itu, perlu ada alat teknis keuangan (produk keuangan) yang diterapkan oleh bank-bank syariah.

Produk keuangan yang diterapkan oleh bank-bank syariah, antara lain Al-wadi’ah (jasa penitipan), deposito mudharabah, bagi hasil dengan model Al-musyarakah, Al-mudharabah, Al-muara’ah, Al-musaqah. Produk jual beli syariah, antara lain Ba’I Al-murabahah, Bai’ As-salam dan Bai’ Al-istishna.

Produk sewa syariah, antara lain Al-ijarah dan Al-ijarah Al-muntahia bit-tamlik. Selain itu, produk jasa syariah, antara lain Al-wakalah, Al-kafalah, Al-hawalah, Ar-rahn, Al-qardh. Hal yang terpenting dari semua produk-produk keuangan syariah tersebut adalah cara intermediasi dari pemodal kepada nasabah dan sebaliknya.

Ciri Kebrhasilan Bank Syariah

Ciri keberhasilan bank syariah itu dapat diukur dari indikator keuangan penyaluran dana kepada masyarakat. Masyarakat dapat mengambil manfaat dari bank-bank syariah terkait dengan produk-produk keuangan yang ditawarkan.

Demikian pula, sebaliknya dengan pihak bank yang dapat merasakan adanya keuntungan dari sistem kemitraan yang terbangun dengan masyarakat.

Hal yang masih mengganjal sampai saat ini, dalam sistem perbankan syariah nasional adalah bank-bank tersebut masih tunduk dengan sistem keuangan konvensional di bank sentral nasional (dalam hal ini BI).

Idealnya, perbankan syariah tunduk di bawah naungan bank sentral syariah juga, sehingga ciri keberhasilan bank syariah dapat terlihat berbeda dengan bank konvensional.

Selanjutnya : Pilih Panther LS Apa Grand Touring?
Sebelumnya: Menjadikan Burung Kenari Suara Besar
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar