Keberhasilan pada Masa Demokrasi Terpimpin


Keberhasilan pada masa demokrasi terpimpin yang gampang diingat adalah pemberlakuan kembali Undang Undang Dasar 1945. Demokrasi terpimpin juga sering dinamakan sebagai demokrasi terkelola. Dan merupakan pemerintahan demokrasi dengan bentuk peningkatan otokrasi.

Sistem demokrasi terpimpin digunakan unuk melanjutkan kebijakan dari pemerintah tanpa ada campur tangan dari rakyat. Meskipun dilaksanakan pemilihan umum namun para pemilih tidak bisa sepenuhnya mengubah kebijakan umum yang telah diambil pemerintah. Para pemilih dalam pemilu masih bisa menentukan suaranya dengan bebas dan hak-haknya dipenuhi, tetapi dibatasi agar tidak menimbulkan pengaruh besar pada kebijakan negara.

Keberhasilan pada Masa Demokrasi Terpimpin

Belakangan ini istilah demokrasi terpimpin juga banyak dibahas dan diterapkan di negara Rusia. Sistem pemerintahan ini mulai diperkenalkan oleh Gleb Pavlosky, seorang pemikir dari Kremlin. Dalam sejarah Indonesia, masa demokrasi terpimpin berjalan pada 1959 hingga 1966. Sistem ini memusatkan semua keputusan dan pemikiran kepada seorang pimpinan negara yang di saat itu adalah Presiden Soekarno.

Keberhasilan sistem demokrasi terpimpin yang paling mencolok yakni merebut Irian Barat dan memasukkannya dalam kesatuan Indonesia pada 1962. Operasi Trikora kala itu sukses memukul mundur tentara asing yang mencoba menghalangi upaya pemerintah Indonesia dalam menyatukan Irian Barat.

Di sisi lain, pelaksanaan demokrasi terpimpin juga mengakibatkan turunnya performa perekonomian di dalam negeri. Devisa negara semakin kecil dengan minimnya kegiatan ekspor produk ke luar negeri. Hal ini menyulut para mahasiswa dan kaum intelektual kala itu menentang dalam bentuk demonstrasi besar-besaran.

Penyebab Lahirnya Demokrasi Terpimpin

Konsep demokrasi terpimpin ini diwacanakan Presiden Soekarno di pembukaan sidang konstituante, berlangsung tanggal 10 November 1956. Ada beberapa alasan yang mendorong pemikiran ini muncul ke permukaan antara lain:

1. Keamanan Nasional yang Kurang Stabil

Dipicu kemunculan gerakan separatis dengan jumlah yang banyak pada era demokrasi liberal. Dengan memusatkan otoritas, diharapkan pengendalian seluruh jajaran staf pemerintah khususnya keamanan dan militer bisa efektif.

2. Perekonomian yang Terpuruk

Di era demokrasi liberal, kabinet sering berganti sehingga program dari setiap kabinet tak dapat berjalan sepenuhnya. Dampak yang paling dirasakan adalah di sektor perekonomian. Sehingga dengan kesatuan otoritas, diharapkan kabinet di Indonesia tidak terlalu sering bergonta-ganti.

3. Kembali pada Pelaksanaan UUD 1945

Sampai di sini ulasan keberhasilan pada masa demokrasi terpimpin ini dan semoga menambah wawasan sejarah kita.

Selanjutnya : Sinar Matahari yang Diterima Bumi
Sebelumnya: Hewan-hewan Misterius di Pulau Jawa
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar