Kebudayaan Asing di Negara China


Globalisasi kini merambah ke seluruh belahan dunia, termasuk di negeri asal Kungfu, yaitu China. Hal ini tampak dari kebudayaan asing di negara China yang mulai terinternalisasi dalam kehidupan masyarakatnya. Globalisasi dan kebudayaan asing ibarat dua sisi mata uang dan tidak ada satu negara pun yang bisa menolaknya.

Negara China menerima kebudayaan asing dengan proteksi melalui ideologi yang tertanam kuat di pemerintah dan masyarakatnya, penguasaan media cetak dan elektronik oleh pemerintah (pelarangan facebook), dan politik dumping.

Namun, dibukanya kunjungan wisata dari luar China serta terjalinnya hubungan internasional, pertukaran pelajar, bisnis ekspor impor, memicu masuknya kebudayaan asing di China.

Banyak fakultas bahasa dan sastra di berbagai universitas di China yang memberikan pengajaran bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, dan lainnya serta mengenalkan kebudayaan asing. Saat ini, bahasa China juga menjadi bahasa utama di PBB dan dipelajari oleh banyak orang di dunia.

Indonesia patut berbangga karena salah satu kebudayaan asing yang diterima dengan baik di China adalah permainan alat musik angklung yang dimainkan oleh 10.000 warga China bersama Saung Angklung Udjo pada Juni 2013 dan tercatat dalam Guinness World Records.

Sejarah Kebudayaan China

Sejarah kebudayaan China adalah yang tertua di dunia dengan peninggalan masa lalu yang sangat terkenal, yaitu The Great Walls atau Tembok Besar Cina yang dibangun pada masa Dinasti Ming. Pengaruh kebudayaan asing di China sudah lama terjadi sejak Zaman Dinasti Han dan Masa Kekaisaran Wu yang membuka “jalur sutra” sehingga terbukanya perdagangan antara China dan Eropa.

Intervensi kebudayaan asing di China salah satunya memicu revolusi yang diinisiasi oleh ide-ide Sun Yat Sen yang menerapkan sistem republik dan menghapuskan sistem kerajaan dan ia pun menjadi presiden pertama pada 12 Maret 1912.

Unsur kebudayaan asing di China salah satunya adalah masuknya nilai-nilai hak asasi manusia yang menghapuskan perbudakan di China pada 1910. Periode sejarah China secara umum dipengaruhi oleh muatan kebudayaan asing diantaranya Mao Zedong dengan transformasi sosialis (1949-1976), Deng Xiaoping dengan reformasi ekonomi (1976-1989), Jiang Zemin dengan pertumbuhan ekonomi (1989-2002), dan masih berlanjut hingga kini.

Kebudayaan asing di negara China memberikan banyak dampak positif. Hal ini bisa menjadi referensi bagi Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi namun tetap melindungi kebudayaan nasional dan kepentingan bangsa.

Selanjutnya : Contoh Masalah Penelitian Kualitatif Bahasa Inggris
Sebelumnya: Perbandingan Pendapatan Per Kapita Rakyat Indonesia dan Negara Tetangga
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar