Kebudayaan Bacson Hoabinh


Kebudayaan Bacson Hoabinh mungkin tidak banyak dikenal orang. Akan tetapi, kebudayaan tersebut telah ada sekitar 10 ribu sampai 4000 sebelum masehi. Kebudayaan yang berlangsung pada zaman Holosen ini merupakan kebudayaan di mana masyarakatnya menggunakan alat dari gerabah yang berupa serpihan-serpihan batu untuk memotong sesuatu.

Dalam kebudayaan ini, penyerpihan dilakukan pada satu atau dua sisi permukaan batu kali yang berukuran 1 kepalan sehingga eluruh tepian batunya menjadi tajam.

Hasil penyerpihan tersebut menunjukkan beberapa bentuk seperti segi empat, lonjong, segitiga, dan berbentuk seperti berpinggang. Selain itu, alat-alat yang berasal dari tuang belulang manusia pun dikuburkan dalam posisi yang terlipat setelah sebelumnya ditaburi zat berwarna merah.

Kebudayaan yang disinyalir berkembang pada zaman Mesolitikum ini memiliki dua tempat peradaban, yakni Bacson dan juga Hoabinh sehingga oleh seorang Arkeolog Prancis dijadikan nama kebudayaan yang menunjukkan pembuatan alat-alat batu dengan ciri pemangkasan atau penyerpihan pada satu atau dua sisi permukaan batu kali.

Penyebaran kebudayaan Bacson Hobainh ini masuk pula ke wilayah Indonesia berbarengan dengan perpindahan ras Papua Melanesoid melalui jalur timur dan barat. Orang-orang pemegang kebudayaan tersebut datang menggunakan perahubercadik dan tinggal di pantai timur Jawa dan Sumatera.
Akan tetapi, perkembangan kebudayaan tersebut terhambat karena adanya desakan dari Ras Melayu yang kemudian datang di kedua wilayah itu. Pendukung budaya Mesolitikum adalah Ras Papua yang tinggal di gua-gua dan meninggalkan bukit-bukit sampah dapur hingga pada zaman Holosen. Beberapa hasil kebudayaan ini antara lain adalah :

1.  Kapak Genggam, yakni kapak yang ditemukan di bukit kerang Sumatera yang kemudian diberi nama kapak Sumatera.

2.  Kapak Tulang dan Tanduk, yakni kapak yang ditemukan di daerah Sidorejo dengan bentuk seperti belati dan ujung tombak yang sisinya bergerigi.

3.  Flakes, yakni alat serpih yang terbuat dari berbagai jenis batu dengan fungsi untuk menguliti hewan buruan dan mengiris daging.

4.  Kjokkenmoddinger, yakni bukit sampah kerang dengan diameter 100 meter yang biasa juga disebut sampah dapur. Bukit ini banyak ditemukan di wilayah Sumatera.

Demikianlah beberapa hal yang bisa kita ketahui mengenai kebudayaan Bacson Hoabinh yang terdapat di Indonesia.

Selanjutnya : Tips Mendapatkan dan Lolos Beasiswa Umum
Sebelumnya: BB Curve Murah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar