Kebudayaan Sebagai Hasil Karya Rasa Dan Cipta Manusia


Kebudayaan sebenarnya bukan istilah asli dari Indonesia. Kebudayaan yang berasal dari kata dasar budaya ini berasal dari bahasa Sansekerta, yakni budayyah.

Kebudayaan diidentikkan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan akal atau budi manusia, dengan kata lain, kebudayaan sebagai hasil karya rasa dan cipta manusia.

Dengan demikian, kebudayaan sangat erat kaitannya dengan akal atau pola pikir manusia. Dalam hal ini, sudut pandang manusia sangat memengaruhi bentuk kebudayaan yang dihasilkan. Walhasil, bentuk kebudayaan bangsa-bangsa di dunia ini sangat beraneka ragam. Salah satu contohnya adalah kebudayaan Indonesia. Indonesia terkenal sebagai negara yang memiliki banyak ragam kebudayaan.

Contoh Kebudayaan

Mulai dari rumah adat hingga kesenian daerah, seperti seni tari, seni musik, seni pahat, dll. Berikut ini beberapa contoh kebudayaan beberapa daerah di Indonesia.

  • Padang. Kebudayaan yang menonjol di daerah ini adalah tari Piring dengan rumah adat Gadang dan alat musiknya saluang.
  • Jawa Tengah. Jawa Tengah memiliki rumah adat Joglo. Seni tari andalan provinsi ini adalah Bedoyo dengan iringan alat musik tradisional gamelan.
  • Betawi. Terkenal dengan seni tari Yapong dan alat musik tanjidor.

Bagaimana dengan kebudayaan asing? Meski bisa jadi tak sebanyak Indonesia ragamnya, negara-negara asing juga memiliki kebudayaan khas masing-masing. Salah satunya Amerika. Negara yang akrab dengan julukan Paman Sam ini terkenal dengan kehidupan liberalnya.

Dampaknya, berbagai kebudayaan dari luar masuk dengan mudah di negara ini. Sistem buka pintu ini yang menyebakan Amerika memiliki multi budaya. Hanya saja, kebudayaan Amerika tidaklah bersifat paten.

Mereka tidak berusaha mewariskan budaya nenek moyangnya, seperti budaya country ataupun koboi. Melainkan kebudayaan di sana dibuat fleksibel, mengikuti perkembangan zaman. Ternyata, kebudayaan seperti ini dengan cepat mendunia.

Kebudayaan Amerika yang menganut asas liberalisme justru mudah diterima semua orang. Tak terkecuali masyarakat Indonesia. Kini masyarakat Indonesia cenderung berkiblat pada kebudayaan Barat yang dimotori Amerika daripada budaya lokal.

Kebudayaan sebagai hasil karya rasa dan cipta manusia memang akan terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Oleh karena itu, pandai-pandailah memilah dan memilih kebudayaan yang positif, tentunya yang sesuai dengan nilai ketimuran dan reliji bangsa ini.

Selanjutnya : Mengenal Ciri-ciri Pesan Politik
Sebelumnya: Wacana Dongeng Putri Salju
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar