Belajar dari Kecelakaan Tol Cipularang

Kecelakaan tol Cipularang hendaknya menjadi pelajaran kita bersama. Sudah banyak sekali korban jiwa yang melayang sia-sia akibat kelalaian dari seseorang. Bisa jadi orang yang lalai tersebut adalah kita sendiri.

Apakah kita tidak akan menyesal jika nantinya akibat kelalaian tersebut membuat banyak sekali nyawa orang yang kita cintai berpisah dari badan? Belum lagi jika nantinya melihat mereka menderita cacat seumur hidup.
Sungguh sebuah pemandangan yang tidak akan pernah bisa diterima oleh mata. Kita semua pasti tidak sanggup menerima beban yang begitu berat itu. Sebuah beban yang rasanya tidak mampu kita pikul di pundak ini.

Kronologi Cipularang

Kecelakaan yang terjadi di tol Cipularang tersebut termasuk kecelakaan beruntun yang telah menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Dikabarkan bahwa tiga orang yang berada di lokasi kejadian langsung meninggal seketika.
Kecelakaan ini berawal dari sebuah bus pariwisata yang melaju sangat kencang. Laju dari bus ini tidak mampu dikendalikan karena menurut kesaksian dari sopir bus mengaku bahwa rem yang ada pada bus blong.

Namun bisa juga diduga bahwa sopir bus sedang mengantuk karena di lokasi tidak ditemukan bekas ban sedang melakukan pengereman. Jadi alih-alih rem blong hanyalah sebagai alibi saja agar tidak disalahkan atas kejadian tersebut.

Bus pariwisata tersebut kemudian menabrak mobil Avanza  yang berada di depannya. Tidak lama kemudian disusul dengan tabrakan bebrapa mobil yang lainnya yakni Xenia, bus Medal Sekarwangi, sedan Timor, dan Nissan Livina.

Tiga orang yang berasal dari mobil Avanza telah tewas di tempat sedangkan yang berasal dari mobil lainnya dirawat di rumah sakit. Kendaraan yang berada di lokasi telah dievakuasi oleh pihak berwajib ke tempat yang aman.

Belajar dari Kesalahan

Kecelakaan memang bisa menghampiri siapa saja. Meskipun terkadang kita sudah berhat-hati tetapi tetap saja bisa terjadi kecelakaan yang mampu merenggut jiwa. Namun bukan berarti dengan demikian, kita tidak berhati-hati.

Kebanyakan kecelakaan terjadi karena sikap yang terburu-buru sehingga membawa kendaraaan terlalu kencang. Padahal cepat atau lamanya tidak akan merugikan diri kita sendiri. selain itu, faktor kesehatan seperti mengantuk juga terkadang diabaikan oleh sebagian orang.

Sudah saatnya kita belajar dari kecelakaan tol cipularang. Jika sudah mengantuk maka lebih baik istirahat sejenak. Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa lebih baik lambat (terlambat) asal selamat. Ingat utamakan keselamatan.

Loading...
Selanjutnya : Mengenal Profil Toko Bagus
Sebelumnya: Memilih VGA Bagus untuk Monitor 14 Inc
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar