Mempelajari Kedaulatan Tuhan yang Dianut di Jepang

Apakah Anda tahu kedaulatan Tuhan yang dianut di Jepang dan siapa orang yang pertama kali mengemukakan istilah kedaulatan? Istilah kedaulatan mulai ada pada sekitar tahun 1530 hingga 1596 silam. Istilah yang digunakan oleh Jean Bodin dalam buku yang ia tulis berjudul “Six Livers De Republique.” Namun, jika ditinjau dari asal katanya, kedualatan tersebut berasal dari bahasa Arab yakni daulat yang berarti kekuasaan berpusat atau biasa disebut pemerintahan dinasti. Lantas, bagaimana dengan kedaulatan Tuhan yang dianut di Jepang?

Mengenal Kedaulatan dari Sifat-sifatnya

Loading...

Ada baiknya mengetahui sifat-sifat dari kedaulatan. Menurut Jean Bodin, suatu kedaulatan merupakan kekuasaan tunggal yang memiliki beberapa sifat, seperti berikut.

  1. Bersifat asli. Kedaulatan memiliki sifat asli. Ini berarti suatu kedaulatan tidak diturunkan atau dihasilkan dari suatu kekuasaan sebelumnya.
  2. Bersifat tertinggi. Jika melihat arti tertinggi, maka tidak ada lagi kekuasaan tertinggi lainnya yang bisa jadi penghalang atau membatasi gerak suatu pemerintah.
  3. Bersifat kekal. Kedaulatan juga memiliki sifat kekal yang berarti jalannya pemerintahan tidak akan terputus, meski kepala negara telah berganti.
  4. Bersifat tidak dibagi-bagi. Kekuasaan atau kedaulatan yang dimiliki bersifat tunggal atau satu, tidak terbagi oleh kekuasaan lainya.
  5. Bersifat tidak dialihkan. Sifat yang terakhir yakni kedaulatan tidak dapat dialihkan atau digantikan oleh orang lain dalam suatu sistem pemerintahan. Sebab, kedaulatan yang berlaku hanya satu dan itu mutlak.

Mempelajari tentang Kedaulatan Tuhan

Jika membicarakan terkait kedaulatan Tuhan, apakah yang akan terlintas dalam pikiran Anda? Berdasarkan arti katanya, dapat langsung diartikan sebagai kekuasaan yang diberikan oleh Tuhan. Ini lantaran, kedaulatan Tuhan akan dijalankan sesuai dengan refleksi perwakilan Tuhan yang ada di buka bumi ini.

Kekuasaan di negara mana pun, juga mempercayai bahwa sistem pemerintahan hanya akan berjalan karena adanya kepercayaan rakyatnya terhadap Tuhan. Sehingga, lahirlah teori terkait kedaulatan Tuhan atau biasa disebut dengan Gods Souvereiniteit, yang beranggapan bahwa kekuasaan pemerintah dari suatu negara itu berasal dari Tuhan.

Sama halnya dengan kedaulatan Tuhan yang dianut di Jepang sebelum abad ke-16. Tepatnya, dianut oleh seorang kaisar bernama Tenoo Heika. Ada juga Thomas Aquino serta Julius Stal dan Hegel. Ketika itu, kekuasaan pemerintah bersifat monarki yang tersentralisasi oleh seorang raja. Namun, teori ini mulai ditinggalkan oleh manusia modern saat ini, karena ditakutkan seorang raja tidak mampu bersifat adil terhadap rakyatnya. Sistem pemerintah demokrasi saja, masih banyak penyimpangan yang terjadi, sehingga rakyat merasa diabaikan. Apalagi jika kekuasaan tertinggi berpusat hanya pada satu orang, yakni raja.

Loading...
Selanjutnya : Terapi Berenang Dolvin untuk Anak Autis
Sebelumnya: Ukuran Berapa Watt Monitor LCD Dell 17 Inchi dalam Seri E170S
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar