Menghindari Kegagalan Perbanyakan Khususnya Tempel

Kawin tempel? Ini bukanlah sesuatu yang berbau pornografi. Kawin tempel ini adalah salah satu cara memperbanyak tanaman secara vegetatif. Kawin tempel adalah istilah lain dari okulasi. Walaupun cara ini cukup populer, tapi cara ini cukup mengandung risiko kegagalan. Untuk mengurangi risiko kegagalan perbanyakan khususnya tempel pada tanaman, , ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Perbanyak Tanaman

Yang pertama harus dilakukan tentunya adalah memilih bibit tanaman yang akan diperbanyak. Untuk okulasi, dibutuhkan batang atau cabang tanaman sebagai bibit. Sebaiknya pilih batang atau cabang yang tua, sehat dan ukurannya proporsional, dengan diameter sekitar 5 sampai 10 milimeter. Bibit inilah yang nantinya akan menjadi tanaman batang atas.

Untuk tanaman batang bawah, pilihlah dari tanaman muda semai biji yang akarnya kuat, dan besarnya tidak melebihi besar batang atas tadi. Ini perlu dilakukan kedua potongan batang itu bisa menempel dengan baik dan rapi. Hal ini juga akan mengurangi risiko kegagalan.

Jangan lupa, sebelum melakukan pemotongan batang atas dan batang bawah, peralatan yang digunakan harus disteril dahulu. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya kontaminasi pada batang tanaman yang akan diokulasi. Jika terkena bibit penyakit, dikhawatirkan akan menyebabkan kebusukan pada cabang, atau bahkan mati.

Jika batang atas dan bawah dipotong dengan rapi, keduanya bisa segera ditempelkan. Atur posisi penempelan agar lurus, rapat dan rapi. Sebisa mungkin hindarilah celah di antara kedua batang tersebut. Setelah itu, tutuplah dengan bahan kedap air yang dibalutkan, misalnya dengan plastik atau lakban, supaya keduanya menempel dengan rapat dan kuat, serta terhindar dari air.

Kalau sudah, tunggu sampai sekitar 1 bulan. Perhatikan terus bagian yang diikat tadi, karena jika sampai terjadi benjolan, maka itu berarti keduanya sudah tersambung.

Jika sudah yakin penempelan sudah terjadi, maka batang atas dipotong batang atasnya dan taruh di tempat yang teduh selama beberapa hari. Setelah tanaman itu benar-benar sudah tertempel sempurna dan dirasa sudah kuat, barulah boleh ditaruh di tempat yang terkena sinar matahari.

Loading...
Selanjutnya : Sejarah Tentang Angka Romawi
Sebelumnya: Menceritakan Kembali Lirik Lagu Bengawan Solo
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar