Kegiatan dalam Koperasi Sekolah


Koperasi sekolah merupakan sebuah koperasi yang dibentuk di lingkungan sekolah dan kepengurusannya pun melibatkan murid-muridnya. Manfaat dari adanya koperasi sekolah sungguh telah dirasakan oleh para murid sekolah itu sendiri. Artikel ini khusus akan mengulas lebih dalam lagi mengenai kegiatan dalam koperasi sekolah, pengaruh, serta manfaatnya.

Sekarang ini, Hampir kebanyakan sekolah di Indonesia telah memilki koperasi. Berdirinya koperasi tersebut telah banyak membantu para warga belajarnya dalam memenuhi segala keperluan yang menunjang proses belajar mengajar.

Koperasi sekolah dibentuk oleh sekolah serta kepengurusannya pun beranggotakan murid-muridnya.  Hal ini bertujuan untuk memberikan pelajaran dan menanamkan jiwa wirausaha  serta memperkenalkan dunia koperasi sedari dini bagi setiap muridnya.  Apa yang mereka lakukan dalam koperasi akan menjadi pengalaman dan ilmu sebagai bekal mereka kelak dimasa depan. Selain itu, kegiatan dalam koperasi siswa akan belajar mengatur dan mencari solusi atas segala permasalahan yang ada dalam koperasi.

Manfaat Koperasi Sekolah

Kehadiran koperasi di dunia sekolah pastinya memberikan sejuta manfaat bagi anggota-anggotanya. Melalui koperasi siswa akan belajar bagaimana cara memimpin, cara memberikan pelayanan bagi para pembeli serta mengasah kemampuan mereka dalam pembukuan. Selain itu, mereka dituntut untuk memiliki jiwa disiplin dan penuh tanggung jawab dalam bekerja.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam koperasi sekolah diantaranya dengan menjual barang-barang yang menjadi keperluan belajar  murid-murid agar mereka tidak perlu jauh-jauh membelinya keluar area sekolah, mendirikan kantin jajanan sehat, warnet murah, serta koperasi  simpan pinjam.

Keanggotaan Koperasi Sekolah

Para murid yang bergabung menjadi anggota koperasi akan mengemban tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan jabatannya masing-masing. Dengan asas kekeluargaan dan kebersamaan mereka pun harus merawat dan menjaga koperasi secara bergantian sesuai dengan jadwal piket yang telah ditetapkan. Tugas dan aktivitas merekapun tidak lepas dari bimbingan dan pengawasan pihak sekolah seperti kepala sekolah dan guru-gurunya.

Pentingnya peranan koperasi terkadang belum disadari sepenuhnya oleh para muridnya. Terbukti dengan kurangnya minat murid yang ingin menjadi anggota koperasi. Mereka masih berasumsi bahwa koperasi hanyalah sebuah tempat yang tidak jauh beda seperti toko atau warung pada umumnya yang menjadi tempat untuk jual beli saja.  Hal tersebut tentu asumsi yang salah besar setelah kita mengetahui dengan seksama tujuan dan manfaat koperasi.

Sudah menjadi tanggung jawab pihak sekolah dan orang tua untuk memberikan semangat bagi semua murid agar tertarik untuk menjadi anggota serta tertarik juga dengan kegiatan dalam koperasi sekolah tersebut. Kalau bukan sekarang diwaktu kecil, kapan lagi mereka akan belajar untuk berwirausaha dan belajar  menjadi anak yang bertanggung jawab.

Selanjutnya : Kiat Mencari Suami Sholeh Menurut Islam
Sebelumnya: Manuel Neuer: Palang Pintu Terakhir Munchen
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar