Penghapusan Kegiatan Korupsi dalam Pemerintahan

Banyak kegiatan korupsi dalam pemeritahan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Secara luas, korupsi sendiri berarti penyalahgunaan sebuah jabatan yang resmi untuk kepentingan pribadi.

Berita pun banyak menginfokan kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh orang-orang pemerintah, bahkan tidak jarang presidennya sendiri. Namun ada beberapa pemimpin negara yang berani bertindak dalam penghapusan kegiatan korupsi dalam pemerintahannya. Mereka adalah orang-orang yang tegas dan berani memecat dan menyuruh bawahannya atau menangkap saudara dan teman dekatnya yang korupsi untuk menyerahkan harta tersebut kepada negara.

Loading...

Hukum Korupsi dalam Agama

Firman Allah Swt. dalam Surah Al-Baqarah (2) ayar 188 yang artinya, “Dan janganlah kamu makan harta antara kamu dengan cara yang bathil. Dan jangan kamu suapkan harta itu kepada pembesar negeri (pejabat), supaya dengan jalan itu (kamu) dapat mengambil harta orang lain dengan cara dosa. Padahal kamu mengetahui akibatnya”.

Sebagai kepala pemerintah, Nabi Besar Muhammad SAW. menentang hal yang berbau korupsi dan beliau berpendapat bahwa hancurnya sebuah pemerintahan dikarenakan tidak adanya usaha untuk memberantas korupsi dan sejenisnya serta berpendapat bhawa gagalnya suatu pemeriantahan tergantung dari akhlak para pempimpinnya.

Dalam khutbahnya pada Haji Wada, Haji perpisahan beliau berpesan, “ … Katahuilah, bahwa sesungguhnya setiap Muslim bersaudara bagi Muslim yang lain. Dan sesungguhnya Kaum Muslim adalah saudara, maka tidak dihalalkan bagi setiap orang mengambil hak saudaranya kecuali yang diberikan dengan kerelaan ….”

Ketika Umar bin Khatab diangkat menjadi khalifah, dia langsung menyusun konsep tentang pencegahan korupsi  dalam pemerintahannya. Khalifah Umar selalu menanyakan, “dari mana kau peroleh hartamu ini?” Dan jika diketahu kalau harta yang didapat oleh bawahannya bukan dari gaji yang didapatnya, maka Umar akan menyuruh mereka menyerahkan harta tersebut kepada Baitul Mal (BM) karena itu bukan hak milik pribadi melainkan milik seluruh umat atau rakyat dan hak milik Allah Swt. Dan karena Umar berkonsep kepada Al Quran dan Hadits Nabi SAW. yang dilaksanakan dengan benar, tegas, adil, dan tidak memihak, dia membuat pemerintahan Islam berkembang pesat dan kuat.

Di bawah ini ada beberapa pemimpin yang berani menghapus kegiatan korupsi dalam pemerintahannya, selain Nabi Muhammad SAW. dan Umar bin Khatab.

Lee Myung Bak dan Ellen Johnson Sirleafi

Presiden Lee Myung Bak asal Korea Selatan dan Presiden Ellen Johnson Sirleafi dari Libia berani menangkap anak, saudara, kerabat, dan temannya yang terkena kasus korupsi.

Hu Jinta O, Benigno Aquino III, dan Alvaro Colom

Presiden Hu Jinta O dari Cina menindak tegas para pelaku korupsi dengan hukuman mati . Bukan itu saja, dia pun melakukan bersih-bersih di jajaran pemerintahannya dengan memberikan pengawasan ketat dan transparan. Sedangakn Presiden Benigno Aquino III dari Filipina memerintahkan penangkapan terhadap mantan presiden Gloria Macapagal Arroya karena penyalahgunaan dana lotere nasional dan memecat staf dari lotere nasional. Presiden Alvaro Colom dari Guatamala selain memecat mendagrinya, dia pun memencat kepala polisi yang terlibat korupsi serta narkoba.

Felipe Calderon, Ollanta Humala, Jacob Zuma, Vladimir Putin, dan Makhail Saakashvili

Presiden Felipe Calderon dari Meksiko, Presiden Ollanta Humala dari Peru, Presiden Jacob Zuma dari Afrika Selatan, Presiden Vladimir Putin dari Rusia, dan Presiden Makhail Saakashvili dari Gorgia sama-sama memberantas korupsi dengan memecat orang-orang di jajaran kepolisian.

Namun bagi Makhail Saakashvili pemberantasan kegiatan korupsi dalam pemerintahan sudah dia lakukan sejak menjadi menteri kehakiman dengan menangkap para koruptor dan mengubah sistem peradilan sebagai bentuk reformasi.

Loading...
Selanjutnya : Informasi Mengenai Laporan Perubahan Ekuitas Pada PT
Sebelumnya: Melihat Berbagai Foto Anjing Buldog
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar