Mengintip Kehidupan di Dolly Surabaya

Kehidupan di Dolly Surabaya menjadi suatu fenomena tersendiri di kota terbesar kedua tersebut. Bahkan keunikan kehidupan di Dolly ini menjadi inspirasi bagi seorang produser untuk membuat sebuah film tentang kehidupan salah seorang mantan penghuni di gang ini. Film ini menceritakan petualangan Teti yang menghuni gang Dolly dengan alasan mencari modal bagi kehidupan keluarganya.

Sejarah Gang Dolly

Film kehidupan di gang Dolly yang mengangkat cerita tentang kehidupan Teti berhasil memperoleh penghargaan Cinta dari perkumpulan komunitas film Surabaya dpada 2007. Teti mengawali kehidupannya di Dolly pada 2006. Ia seorang wanita yang cerdas dan telah berencana untuk berhenti dari kehidupan prostitusi setelah melayani tamu yang ke-1001. Uang yang diperolehnya dari tamu-tamu tersebut ditabung dan akan digunakan untuk modal membuat salon. Akhirnya ternyata tamu yang ke-1001 adalah ayahnya sehingga ia melarikan diri keluar dari gang Dolly.

Awal pendirian gang Dolly dimulai dari Tante Dolly seorang warga negara Belanda yang mengumpulkan wanita-wanita cantik untuk ditawarkan kepada laki-laki. Kemudian gang Dolly semakin berkembang hingga sekarang menjadi tempat prostitusi terbesar di kota Surabaya. Kehidupan gang Dolly di malam hari sangat hiru- pikuk dan ramai. Wanita-wanita cantik menawarkan diri untuk dikunjungi oleh pria berduit.

Tempat wisata malam di gang Dolly ini merupakan tempat prostitusi yang paling besar di Asia. Rumah-rumah yang ada di gang Dolly ini dibangun dengan kaca pada dinding ruang tamunya agar terlihat ada wanita-wanita cantik yang duduk di sofa mewah dalam rumah tersebut. Kemudian akan ada wanita cantik yang menawarkan diri kepada pria hidung belang. Kehidupan di Dolly Surabaya tersebut sangat menarik minat pria hidung belang agar mendatangi tempat tersebut.

Dampak Buruk

Putaran perekonomian di sekitar gang Dolly juga turut menggeliat. Beberapa toko, tukang becak, taksi, penjaja makanan kecil, penjual rokok, dan tukang parkir turut memperoleh keuntungan dari kemewahan di gang Dolly. Wisma di sekitarnya juga turut mendapat rejeki dari keberadaan gang Dolly ini.
Penghuni gang Dolly biasanya meminjam uang kepada germo untuk keperluan mereka. Mungkin mereka membutuhkan uang untuk keperluan berdandan agar terlihat cantik dan menarik. Atau mereka membutuhkan uang untuk keperluan di kampung halamannya, seperti membeli rumah atau mengumpulkan modal setelah mereka berhenti dari gang Dolly dan pulang ke kampungnya.

Dampak negatif dari kehidupan di Dolly Surabaya kepada anak-anak sangat mengkhawatirkan. Di masa perkembangannya mereka melihat kehidupan dan kelakuan yang seharusnya tidak mereka lihat. Mereka seharusnya berada di tempat yang nyaman dan aman bagi perkembangannya. Hal ini harus mendapat perhatian dari pihak yang terkait agar anak-anak tumbuh dengan baik.

Loading...
Selanjutnya : Keistimewaan Batu Zamrud Selama Ribuan Tahun
Sebelumnya: Kegunaan Senyawa Natrium Benzoat Dalam Kehidupan Sehari-Hari
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar