Kepala Negara Myanmar Negara di Kawasan Asia Tenggara


Myanmar merupakan salah satu negara yang terletak di benua Asia di bagian tenggara. Myanmar juga merupakan negara anggota Asean. Sebelumnya, Myanmar bernama Birma atau Burma dengan bentuk pemerintahan republik sebelum terjadi kudeta oleh militer yang akhirnya merubah banyak tatanan pemerintahan negara ini.

Kepala Negara Myanmar negara di kawasan Asia Tenggara pun turut berubah. Setelah pihak militer mengkudeta pemerintahan dibawah pimpinan presiden Aung San,  Myanmar dipimpin oleh presiden dan perdana menteri pilihan Junta Militer.

Presiden Myanmar saat ini adalah Thein Sein. Sejak kudeta militer pada tahun1988, Junta Militer mengganti nama Negara Burma atau Birma menjadi Myanmar.

Hal ini mereka lakukan dengan maksud merangkul semua etnis yang ada di Myanmar agar merasa memiliki negara tersebut. Nama Burma atau Birma diambil dari nama etnis mayoritas yang mendiami negara tersebut, yaitu etnis Burma atau Barma.

Semenjak kekuasaan pemerintahan Burma jatuh ke tangan militer. Berbagai gelombang protes bermunculan dari masyarakat mulai dari kalangan mayoritas hingga minoritas.

Tak disangsikan lagi bahwa hal itu memicu terjadinya pelanggaran hak asasi manusia hingga tingkat berat dalam mengatasi demonstran.

Semenjak berkuasa Junta militer memang banyak menggunakan cara kekerasan dalam menjalankan peraturannya. Hal ini tentu tidak sesuai dengan budaya Myanmar serta agama Budha yang dianut sebagian besar penduduknya.

Dalam melakukan aksi protes terhadap sistem pemerintahan Junta Militer, seringkali hal itu diprakarsai oleh para biksu. Mereka melakukan aksi damai secara berkala, namun tak sedikit juga berakhir ricuh. Banyak pihak yang memprediksi bahwa kericuhan tersebut didalangi oleh pihak militer sendiri dan menjatuhkan kesalahan kepada para demonstran.

Bahkan para biksu dan pelajar juga tak luput dari sasaran tangkap militer. Pemerintah Myanmar sangat berhati-hati atas berita yang menyangkut aksi protes serta penanganannya. Oleh karena itu, para jurnalis sangat kesulitan dalam meliput berita mengenai protes masyarakat terutama bila berakhir ricuh.

Kepala Negara Myanmar sebagai negara di kawasan Asia Tenggara memang tetap diakui legitimasinya oleh Negara Asia Tenggara lain termasuk Indonesia.

Meskipun banyak menuai kontra dan gugatan atas kekerasan serta pelanggaran HAM di negara itu, namun di dunia barat, pemerintahan ini sama sekali tidak diakui sehingga mereka masih menggunakan nama Burma sebagaimana Negara Myanmar sebelum terjadi kudeta.

Selanjutnya : Penjelasan dari Pengertian Komando Ganyang Malaysia
Sebelumnya: Relevansi Pancasila dan Fungsi Negara Dalam Piagam Madinah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar