Mengenal Kerajaan Padjadjaran


Asal Usul Kerajaan Padjadjaran

Kerajaan Sunda Galuh berdiri pada abad ke-10 dengan ibu kotanya Pakuan Padjadjaran. Pada masa itu, penyebutan nama kerajaan biasanya cukup dengan menyebut nama ibu kotanya sehingga Kerajaan Sunda Galuh lebih dikenal dengan nama Kerajaan Padjadjaran. Lokasi kerajaan ini berada di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Menurut keterangan pada prasasti Sang Hyang Tapak, Kerajaan Sunda Galuh didirikan oleh Sri Jayahbupati. Wafatnya Wastu Kancana atau Prabu Siliwangi I membawa pengaruh besar bagi keberadaan kerajaan. Pada abad ke-14, kerajaan mengalami perpecahan sehingga terbelah menjadi dua, yaitu Susuk Tunggal dan Dewa Niskala.

Susuk Tunggal menguasai Padjadjaran dengan ibu kotanya Pakuan. Sementara Dewa Niskala menguasai Galuh dengan ibu kotanya Kawali. Baik Susuk Tunggal maupun Dewa Niskala, keduanya tidak diberi gelar “Prabu Siliwangi” sebagaimana raja-raja sebelumnya. Hal itu karena keduanya tidak menguasai tanah Pasundan secara menyeluruh.

Dari berbagai literatur yang ada, diyakini bahwa Padjadjaran merupakan pemerintahan lanjutan dari kerajaan-kerajaan di Jawa Barat yang pernah ada sebelumnya. Sebut saja misalnya Kerajaan Tarumanagara, Kerajaan Sunda Galuh, dan Kerajaan Kawali. Sampai saat ini belum ada sumber data yang valid mengenai sejarah sesungguhnya mengenai Padjadjaran sebagai sebuah kerajaan. Di antara naskah-naskah yang dijadikan rujukan masih terdapat simpang siur informasi, terutama mengenai nama-nama raja yang pernah berkuasa.

Sementara peninggalan-peninggalan yang menjadi jejak adanya Padjadjaran sebagai sebuah kerajaan dapat dilihat dari prasasti Batu Tulis di Bogor, prasasti Sang Hyang Tapak di Sukabumi, Prasasti Kawali di Ciamis, serta Kebun Raya Bogor yang dulunya adalah taman perburuan. Adapun nama-nama raja yang pernah disebut dan diyakini sebagai raja Padjadjaran antara lain Susuk Tunggal, Jaya Dewata, Surawisesa, Ratu Dewata, Ratu Sakti, dan Raga Mulya.

Keberadaan Padjadjaran sebagai sebuah kerajaan bisa bertahan hingga akhir abad ke-15. Tepatnya pada tahun 1579 seiring dengan kemenangan Kesultanan Banten atas Padjadjaran. Pasukan Maulana Yusuf dari Banten menandai kemenangan tersebut dengan mengambil alih singgasana raja yang dikenal dengan nama Palangka Sriman Sriwacana. Singgasana yang terbuat dari batu tersebut diboyong ke Banten sehingga tidak mungkin lagi ada raja yang bisa dinobatkan di Padjadjaran.

Demikian informasi mengenai Kerajaan Padjadjaran. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Pengertian Penyakit Cardiovaskuler
Sebelumnya: Gejala Haid Waktu Hamil
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar