Kerjasama ASEAN Mendirikan Pabrik di Vietnam

Kerjasama ASEAN mendirikan pabrik di Vietnam adalah salah satu kerja sama yang dilakukan untuk meningkatkan dan memperkuat industri di bidang pertahanan. ASEAN adalah singkatan dari Association of southeast Asian Nations.

Organisasi ini terbentuk sekitar 46 tahun yang lalu yakni tepatnya 8 Agustus 1967. Ada beberapa tujuan utama yang memang diemban oleh organisasi ini. Tujuan tersebut terdapat di bidang ekonomi, bidang politik, bidang geografis, bidang pertahanan, bidang budaya, bidang sumber daya manusia, bidang kemanusiaan dan perdamaian, serta bidang sosial.

Negara Pendiri dan Anggota Organisasi ASEAN

Awalnya lima delegasi dari Indonesia yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri saat itu Adam Malik, delegasi dari Malaysia oleh Perdana Menteri yang bernama Tun Abdul Razak, delegasi Thailand diwakili oleh Menteri Luar Negeri Thailand yang bernama Thanat Khoman, delegasi Dari Filipina diwakili oleh Menteri Luar Negeri Filipina yang bernama Narcisco Ramos, dan delegasi Singapura diwakili Menteri Luar Negeri yang bernama S. Rajaratnam.

Kemudian setelah ASEAN terbentuk secara berturut turut masuk pula negara yang berada di wilayah Asia Tenggara. Kelima negara tersebut adalah Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Kamboja

Kerja Sama Ekonomi yang Dilakukan oleh Negara ASEAN

Salah satu tujuan yang terdapat di dalam Deklarasi Bangkok ketika pendirian ASEAN adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan sosial, dan kebudayaan di negara yang termasuk dalam kawasan Asia Tenggara. Adapun hasil yang telah dapat dilihat dari upaya yang dilakukan oleh ASEAN adalah sebagai berikut.

1. Pendirian Pabrik Pupuk Sriwijaya yang terletak di Palembang, Sumatera Selatan,
2. Pendirian pabrik abu soda di Thailand,
3. Pendirian pabrik urea di Malaysia,
4. Pendirian pabrik industri yang ada di Filipina,
5. Pendirian pabrik pupuk di Aceh.

Kerja sama yang paling anyar adalah kerjasama ASEAN mendirikan pabrik di Vietnam, kerja sama ini terjadi sekitar tahun 2010. Awalnya adalah ketika itu kementerian pertahanan Malaysia mengajukan gagasan kepada seluruh anggota ASEAN agar lebih memerhatikan isu yang sedang mencuat seperti isu tentang politik, pertahanan, dan keamanan negara. Vietnam yang memiliki industri pertahanan yang cukup banyak, di antaranya sebagai berikut.

1. Industri bahan peledak
2. Pembuatan lampu galangan kapal yang digunakan pihak militer
3. Memiliki beraneka ragam perahu atau sampan yang dapat bergerak cepat

Dari pertemuan itu disimpulkan bahwa langkah nyata yang dapat dilakukan adalah saling bertukar teknologi hingga mengadakan latihan bersama agar pertahanan negara masing-masing dapat terjaga dengan baik. Inilah sedikit informasi mengenai kerjasama ASEAN mendirikan pabrik di Vietnam. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Contoh Kata dalam Bahasa Indonesia yang Mengalami Pergeseran Makna
Sebelumnya: Melihat Banyaknya Jurusan UNTAN
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...