Penyebab Kerusakan Ekosistem Air Laut


Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas. Luas lautan Indonesia 73,5% dari seluruh luas wilayah negara ini. Dengan wilayah yang didominasi lautan, Indonesia memiliki sumber kekayaan laut melimpah. Kekayaan laut tersebut antara lain berupa beragam ekosistem air laut seperti terumbu karang sebagai tujuan wisata bawah laut dan sekaligus sebagai tempat berkembangnya lebih dari 1.600 spesies ikan, pantai batu, pantai lumpur yang banyak didiami kepiting dan masih banyak lagi ekosistem air laut lainnya. Sayangnya, setiap tahun selalu saja terjadi kerusakan ekosistem air laut yang sangat merugikan.

Salah satu penyebab kerusakan yang terjadi pada ekosistem air laut adalah penangkapan ikan dengan cara yang salah. Sebagian nelayan, demi mendapatkan banyak ikan dengan mudah cepat menggunakan bahan peledak. Penggunaan bahan peledak ini tidak hanya membunuh ikan dengan cara yang keji tetapi juga merusak terumbu karang sebagai tempat ikan berkembang biak dan juga sebagai pelindung pantai.

Selain menggunakan bahan peledak, sebagian nelayan juga menggunakan racun. Racun ini tak hanya membunuh semua spesies ikan yang ada di suatu tempat tetapi juga merusak terumbu karang dan mencemari air laut. Kerusakan terumbu karang akibat terkena racun ini ditandai dengan perubahan warna pada terumbu karang tersebut.

Kerusakan ekosistem air laut tak berhenti sampai di situ saja, sampah-sampah yang dibuang ke pantai oleh para pengunjung pantai juga bisa merusak ekosistem itu. Belum lagi ditambah dengan sampah-sampah rumah tangga dan industri yang dibuat ke sungai dan akhirnya bermuara di laut menambah kerusakan ekosistem laut. Plastik-plastik yang sulit terurai mencemari air laut. Hewan-hewan laut yang memakan plastik-plastik yang disangka sebagai ubur-ubur akan mengalami gangguan pencernaan dan akhirnya mati.

Ekosistem air laut yang rusak, tentu akan merugikan kita sendiri sebagai pengguna laut. Ikan-ikan akan semakin berkurang, terumbu karang tak lagi didatangi untuk berwisata dan wilayah pantai menjadi tak sedap dipandang akibat sampah-sampah yang menumpuk. Kerusakan ekosistem air laut ini hanya dapat diatasi dengan menumbuhkan kesadaran untuk menjaga dan melindungi laut. Penyuluhan kepada para nelayan dan tindakan tegas terhadap perusak ekosistem pun perlu dilakukan agar perusakan ini dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan.

Selanjutnya : Beberapa Artikel Tentang Olahraga Tinju di Majalah dan Koran Olahraga
Sebelumnya: Beasiswa untuk Sarjana Filsafat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar