Kesatria dalam Cerita Wayang


Kesatria dalam cerita wayang Pandawa miliki beberapa tokoh dan karakter yang mewakili kebaikan. Ini merupakan kebalikan dari karakter Kurawa yang identik dengan simbol kejahatan. Setidaknya ada empat tokoh pewayangan dalam karakter Pandawa yang terkenal dan jadi legenda di masyarakat.

Yudistira

Ia dikenal dengan nama Puntadewa, Sami Aji, dan Darmawangsa. Sosok Yudistira terkenal jujur, sabar, berbudi luhur, serta lembut hatinya.

Sosok kesatria tak lengkap tanpa senjata pamungkas. Yudistira miliki pusaka Jamus Kalimasada. Pusaka ini digunakan untuk melindungi kebenaran. Konon, saking jujurnya ia dijuluki ‘Raja Putih’. Sebab, Yudistira tak pernah sekalipun berdusta.

Bima

Bima adalah adik Yudistira. Ia dikenal dengan nama lain Bratasena atau Werkudara. Badannya tinggi, besar, amarahnya sering meluap-luap, tapi tak kalah jujur dengan sang kakak.

Bima juga miliki karakter berhati mulia. Ia mengandalkan gada besar yang bernama Rujakpala sebagai senjata pamungkas. Selain itu Bima juga miliki senjata khas yang bernama Kuku Pancasena. Beristri Arimbi, Bima miliki putra yang bernama Gatotkaca, dikenal berotot kawat dan bertulang besi.

Arjuna

Kesatria lain adalah Arjuna di era sekarang digunakan untuk mewakili seseorang yang miliki paras rupawan dan memesona. Memang Arjuna dikenal sangat tampan dan beristri banyak di bumi kayangan.

Ia adalah titisan Dewa Wisnu dan miliki sebutan lain Janaka. Dikenal sebagai kesatria cerdik, Arjuna juga gemar bertapa. Wara Srikandi serta Wara Sumbadra adalah istri-istri Arjuna yang terkenal karena kecantikannya di kayangan.

Nakula dan Sadewa

Mereka berdua adalah saudara kembar. Nakula dikenal sangat ahli dalam bidang pertanian. Sedangkan saudaranya, Sadewa, miliki keahlian di bidang peternakan.

Keduanya mewakili karakter khas Pandawa yang identik dengan keterikatan batin, darah, persaudaraan, serta kebersamaan. Mereka akhirnya jadi raja di Mandraka setelah Perang Bhratayudha berakhir.

Punakawan

Punakawan bukan masuk dalam kategori kesatria. Mereka tak seperti para kesatria Pandawa yang identik dengan pertempuran dan peperangan.

Punakawan hadirkan keriuhan serta kegembiraan. Mereka bertingkah laku lucu, konyol, serta kocak, dan hadirkan keceriaan di setiap pegelaran wayang.

Beberapa tokoh Punakawan antara lain Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Menurut legenda, tokoh-tokoh Punakawan miliki kekuatan yang luar biasa. Mereka bahkan diyakini adalah dewa dan ajarkan kebaikan.

Di balik tingkah lucunya, tokoh-tokoh Punakawan miliki kekuatan dan kesaktian yang tidak harus dikemas dengan kesan gagah dan kemewahan seperti beberapa kesatria dalam cerita wayang Pandawa di atas.

Selanjutnya : Kenapa Ginjal Bengkak? Bahaya Gak?
Sebelumnya: Manfaat Kandungan yang Terdapat dalam Wortel
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar