Kekayaan Bahasa dan Kesenian Suku Minang


Minangkabau atau dikenal luas dengan sebutan Minang adalah kelompok suku nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. Kekayaan etnik Minang sangat terkenal di seluruh penjuru Indonesia bahkan hingga mancanegara. Makanan, bahasa, dan kesenian Suku Minang menyimpan keunikan yang menjadi identitas khas.

Kebudayaan Minangkabau

Penganut kebudayaan Minang mayoritas tersebar di Pulau Sumatera mempunyai sebutan untuk kelompok masyarakatnya yaitu urang awak. Orang Minang memiliki bahasa sendiri yang disebut bahasa Minang dengan bermacam dialek, bergantung daerah tempat tinggal masyarakat Minang itu sendiri. Bahasa lain yang diserap dan memengaruhi kosakata bahasa Minang adalah bahasa Arab, Persia, Tamil hingga Sansekerta.

Selain bahasanya sendiri, masyarakat Minang juga menggunakan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia secara luas. Banyak guru bahasa Melayu berasal dari daerah Minangkabau dan sekolah di Bukittinggi menjadi pusat pembentukan bahasa Melayu formal. Masyarakat Minang percaya bahwa mereka adalah penjaga kemurnian bahasa yang lantas menjadi bahasa Indonesia.

Dari aspek kesenian, Suku Minang mempunyai banyak sekali pertunjukkan kesenian yang sering ditontonkan kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan upacara adat. Salah satu tarian yang seringkali dipertontonkan adalah Tari Pasambahan. Tarian ini merupakan tarian penyambutan bagi para tamu yang baru saja datang menginjak tanah Minang.

Selain tari, Minangkabau memiliki seni bela diri yang sudah dikembangkan sejak lama. Seni bela diri khas Minang disebut Silek. Silek pun tidak sekedar seni bela diri tetapi kombinasinya dengan tarian menghasilkan suatu seni yang disebut randai. Randai umumnya dimainkan dengan iringan nyanyian yang disebut dengan istilah sijobang. Randai sendiri merupakan seni akting yang pergerakan dan dialognya sudah diatur dalam sebuah naskah.

Kekayaan kesenian Minangkabau dapat dilihat dari menonjolnya seni merangkai kata yang dibagi menjadi tiga genre, yaitu seni pasambahan (persembahan), salawat dulang dan indang. Seni merangkai kata orang Minang bertujuan sebagai penjaga kehormatan serta harga diri masyarakat Minang tanpa harus disertai dengan pertarungan senjata atau perkelahian yang melibatkan fisik. Esensi seni bersilat lidah, lebih mengutamakan kata kiasan, ibarat, sindiran, alegori, aphorisme, dan metafora.

Kekayaan bahasa dan kesenian Suku Minang menjadi bukti keanekaragaman budaya bangsa Indonesia. Persebaran kebudayaan Suku Minang memang tidak dapat terbantahkan kaena peran serta orang Minang yang dikenal sebagai perantau. Buktinya, masakan Padang yang sebenarnya masakan etnik Minang mudah ditemukan di berbagai daerah.

Selanjutnya : Cara Penanggulangan Diabetes dengan Memeriksa Kejiwaan
Sebelumnya: Meneladani Beberapa Tokoh Entrepreneur yang Sukses
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar