Kocak Tapi Berbobot, Kesimpulan dari Film Wakil Rakyat


Film besutan sutradara Monty Tiwa ini dirilis pada tahun 2009. Film ini dibintangi oleh Tora Sudiro, Revalina S Temat, dan Jaja Mihardja. Ada juga Gading Marten, Vincent Rompies, Tarzan, serta Wiwid Gunawan.

Tak ketinggalan pula Dwi Sasono, Francine Roosenda, dan Joe Project P. Apakah Anda belum sempat melihat film ini? Jangan khawatir, berikut akan dipaparkan kesimpulan dari film Wakil Rakyat.

Kesimpulan Film Wakil Rakyat

Film Wakil Rakyat ialah sebuah film yang bertemakan politik tetapi tetap ada unsur komedinya. Film ini menceritakan dua partai besar yang sedang berebut untuk mendapatkan perhatian masyarakat.

Kedua partai tersebut adalah PPTH dan PSK. Film ini juga bercerita tentang seseorang yang bernama Bagyo (Tora Sudiro) yang dituduh mengacau rakernas sebuah partai besar.

Singkat cerita, Bagyo yang profesi awalnya sebagai clening service tiba-tiba dituntut untuk menjadi calon legislatif. Ketika ditawari, jelas Bagyo menolak karena tidak mengerti tentang politik. Alasan lainnya ialah, dirinya juga merasa tidak mampu untuk mengemban tugas sebasar itu. Namun Wibowo, petinggi PPTH berusaha membujuk dengan mengatakan bahwa calon legislatif  itu tidak perlu mengerti politik. Bagyo  yang polos pun akhirnya tergiur dengan posisi itu.

Akhirnya, tugas pertama yang harus dilakukan Bagyo adalah berkampanye di sebuah desa terpencil. Dia ditemani oleh seorang anak buah PPTH bernama Jereng (Vincent Rompies). Ia pun berangkat untuk berkampanye di Desa Wadasrejo. Ternyata pekerjaan yang dikiranya mudah, tak semudah bayangan Bagyo.

Masyarakat Wadasrejo tidak merespons sama sekali atas  kedatangan Bagyo. Bagyo harus berpikir keras untuk menemukan suatu cara yang dapat menarik simpati warga. Hingga suatu saat Bagyo melihat seorang wanita yang sedang kesakitan karena akan melahirkan.

Tanpa basa-basi dia dan Jareng menolong wanita tersebut. Akibatnya Bagyo tidak datang pada kampanye PPTH, dan sebagai konsekuensinya dia dikeluarkan dari partai. Bukannya sedih, Bagyo justru senang.  Dia tersadar akan suatu hal yang lebih penting daripada hanya sekadar nama besar dan ketenaran, yaitu kebersamaannya dengan masyarakat sekitar.

Di awal film, cerita ini sedikit monoton. Meskipun demikian film ini kaya akan makna. Kesimpulan dari film Wakil Rakyat  ini adalah bahwa menarik simpati masyarakat tak cukup dengan sekadar mengumbar janji atau membagi-bagi hadiah. Namun, lebih kepada bagaimana seorang calon legislatif memahami kondisi masyarakat dan membangun interaksi yang sehat dengan mereka.

Selanjutnya : Ulasan Beragam Suara Burung
Sebelumnya: K3LH Dalam Ilmu Computer
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar