Periode Kesusastraan Lama Usman Effendi

Kesusastraan lama Usman Effendi merupakan hasil pembagian periode sastra yang membagi perkembangan sastra di Indonesia. Usman Effendi membagi periode sastra Indonesia menjadi tiga masa yaitu Kesusastraan Lama, Kesusastraan Baru, dan Kesusastraan Modern. Penggalan periode kesusastraan lama berakhir pada tahun 1920. Suatu karya sastra memang sangat dipengaruhi oleh waktu atau masa pembuatannya. Oleh karena itu, periode sastra tentu terkait dengan karya sastra yang dihasilkan pada suatu masa.

Kesusastraan lama di Indonesia mencakup periode sastra pada masa kerajaan hingga masa pendudukan Belanda yang berakhir pada tahun 1920. Mengapa 1920? Karena setelahnya karya-karya sastra sudah mengarah kepada alat perjuangan mencapai kemerdekaan sebagai propaganda dan kritik sosial.  Kesusastraan Indonesia pada masa kerajaan didominasi oleh kepentingan raja dan penyebaran agama. Bentuk karya sastra pada masa ini biasanya berupa cerita dongeng-dongeng seorang putri, pangeran, maupun raja, ada juga yang bergaya fabel dan raksasa sebagai tokoh antagonis. Selain itu pada masa Hindu-Budha, karya-karya sastra cenderung bercerita tentang sistem kenegaraan seperti Kitab Negarakertagama dan cerita pewayangan pada Kitab Ramayana atau Mahabarata.

Begitu masuknya masa Islam, karya sastra pun berganti gaya dan haluan. Meskipun tetap sebagai salah satu media penyebaran agama. Karya sastra di masa awal kedatangan Islam memiliki ciri menceritakan tokoh panutan dengan nama-nama Arab atau berasal dari Arab seperti cerita 1001 Malam dan Abu Nawas. Hikayat para nabi pun menjadi karya yang diceritakan kepada masyarakat. Perkembangan sastra pada masa awal Islam memang pesat, hal ini dikarenakan masyarakat mulai belajar baca tulis huruf Arab yang kala itu lebih banyak digunakan daripada huruf latin. Pesan-pesan moral yang sesuai dengan ajaran agama Islam menjadi pesan yang kerap ada pada karya sastra di masa ini.

Memasuki tahun 1920an kesusastraan lama berakhir dengan munculnya Balai Pustaka. Gaya pantun dan hikayat pun berganti menjadi puisi, cerita pendek, dan novel. Karya yang mengawali Balai Pustaka sekaligus menjadi akhir kesusastraan lama, di antaranya Salah Asuhan dan Sitti Nurbaya. Kedua karya ini berusaha untuk menghalau karya-karya sastra yang tidak seronok dan melahirkan kritik terhadap budaya yang mengekang penganutnya.  Periode kesusastraan lama Usman Effendi yang berakhir pada tahun 1920 memunculkan periode baru yaitu kesusastraan baru hingga tahun 1945 dan Kesusastraan modern hingga saat ini.

Selanjutnya : Khasiat Batu Permata
Sebelumnya: Alat Musik dan Tarian dari Jawa Barat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

//adsnya disini