Ketentuan Lempar Lembing


Tahukah Anda apakah yang disebut dengan olahraga lempar lembing? Lempar lembing adalah satu jenis olah raga cabang atletik. Olah raga ini dikenal dengan sebutan lempar lembing karena memang melempar sebuah alat yang dinamakan dengan lembing.

Di dalam menjalankan olahraga ini dilakukan dengan mengikuti ketentuan lempar lembing. Olahraga ini dapat dilakukan oleh laki-laki ataoun perembuan

Olahraga Lempar Lembing

Yang menjadi ciri khas dari bentuk olahraga ini adalah pemainnya yang membawa sebuah lembing kemudian ia berlari beberapa meter dengan membawa lembingnya.

Dan pada satu titik, lembing akan dilemparkan. Pemenang dari olahraga ini ditentukan dari siapa saja yang mampu untuk melemparkan lembing dengan jarak yang paling jauh yang sesuai dengan ketentuan dari olahraga ini.

Lembing yang dimaksudkan adalah sebuah bahan metal. Lembing ini tersusun atas tiga bagian utama yaitu mata dari lembing, badan lembing itu sendiri dan tali untuk pegangan.

Panjang dan berat dari lembing antara putra dan putri memiliki perbedaan. Untuk putra, panjang lembing yang digunakan adalah dengan ukuran 2,6  – 2,7 meter dengan berat 800 gram dan untuk putri hanya 2,2 – 2,3 meter dengan berat 600 gram.

Ketentuan Lempar Lembing

Dalam cabang olahraga apapun pasti diatur peraturan di dalamnya.  Begitu juga pada oalahraga lempar lembing.  Dalam melakukan lempar lembing ini, ada tiga teknik dasar yang harus dikuasai untuk menjadikan pelaksanaan lempar lembing ini benar dan tepat.

Teknik tersebut adalah teknik memegang lembing, teknik membawa lembing dan teknik melempar lembing itu sendiri. untuk teknik melempar lembing dapat dilakukan dengan atau tanpa adanya sebuah awalan.

Dalam melakukan lempar lembing ini, ada syarat yang harus dipenuhi pemainnya agar lemparan lembing yang dilakukan dianggap sah. Syarat tersebut antara lain adalah :

1. Cara memegang lembing harus benar. Lembing dipegang di bagian untuk pegangannya. Kemudian dilempar melewati atas bahu atau lengan paling atas.

2. Mata lembing mendarat pertama kali. Lemparan dianggap sah ketika lembing dilemparkan, mata lembinglah yang mencapai tanah terlebih dahulu, baru bagian lembing yang lain. jika tidak seperti ini, maka lemparan tidak sah.

3. Melempar segera setelah membuat awalan. Pemain harus sudah melempar lembing yang dibawanya segera setelah awalan dilakukan. Tidak ada gerakan lagi setelah gerakan ini.

Inilah beberapa ketentuan lempar lembing yang harus dipenuhi ketika bermain olahraga ini.

Selanjutnya : Beberapa Loker Media Massa
Sebelumnya: Arsitek Kerja Selain Bidang Arsitektur
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar