Khasiat Sayur Jepang: Timun Jepang


Khasiat sayur Jepang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Salah satunya adalah timun Jepang atau kiuri. Banyak resep masakan dari Negeri Matahari Terbit itu yang menyertakan kiuri dalam salah satu bahan yang harus ada. Pertanyaanya adalah apakah kiuri sama dengan timun lokal di Indonesia?

Sayuran Timun

Dilihat dari tampilannya, tanaman ini hampir mirip dengan tampilan timun di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Warnanya hijau dan bulat panjang. Hanya saja dari segi ukuran yang tidak sama. Jika kebanyakan timun di Indonesia ukurannya besar –sekitar setengah genggaman tangan orang dewasa–maka kiuri atau timun Jepang ini hanya kira-kira setengah atau sepertignya saja ukurannya.

Itu dari tampilan fisiknya. Jika melihat dari proses tumbuhnya, tanaman ini seperti halnya tanaman timun di Indonesia yang tumbuhnya menjalar ke samping atau ke atas dengan daya jangkau sekitar 2 meter.

Dari segi rasa ada bedanya juga dengan timun lokal di Indonesia yakni adanya rasa sedikit pahit di ujungnya. Secara keseluruhan, rasa yang dominan adalah rasa manis dengan sensasi kesegaran dan kerenyahannya.

Meski dalam namanya melekat nama Jepang, tidak secara otomatis timun ini menjadi domainnya masyarakat Jepang saja. Saat ini timun Jepang sudah dibudidayakan di Indonesia dan yang menjadi sentra untuk pengembangan tanaman ini ada di Kota Batu Jawa Timur yang dikenal sebagai Kota Agrowisata.

Khasiat Timun Jepang

Di dalam timun Jepang terkandung banyak nutrisi yang bagus untuk kesehatan seperti vitamin A yang mayoritas ada di bagian kulitnya, kemudian vitamin B serta vitamin C. Selain aneka vitamin ini, timun Jepang termasuk buah yang banyak mengandung air sehingga dengan mengonsumisinya bisa menambah asupan air ke dalam tubuh.

Ternyata dalam kulitnya banyak terdapat vitamin A, maka cara yang baik dalam mengolahnya adalah dengan tetap menyertakan kulitnya. Tentu saja setelah sebelumnya dicuci dengan bersih sebelum diolah menjadi salad atau yang lainnya.

Demikian sekilas tentang khasiat sayur Jepang. Anda bisa memakannya langsung atau mengolahnya sebagai salah satu bahan masakan. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Artikel, Reaksi-reaksi Kimia dalam Pencemaran Udara
Sebelumnya: Artikel Tentang Ekosistem
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar