Khotbah tentang Pernikahan Kristen


Apa isi khotbah tentang pernikahan Kristen? Kali ini penulis berkesempatan untuk menuliskan khotbah pernikahan yang dilakukan secara kristiani. Sebenarnya setiap pernikahan di dalam agama apapun tentunya ada satu momen yang dinamakan hikmah pernikahan, khotbah perkawinan, nasihat perkawinan, dan lain sebagainya. Ketika umat kristiani menikah maka akan ada satu momen khotbah yang isinya pembekalan terhadap kedua mempelai tentang bagaimana menjalani kehidupan setelah prosesi pernikahan.

Makna Pernikahan

Pernikahan adalah satu momen di mana ada dua insan yang menyatu menjadi suami dan istri, penyatuan itu tidak hanya antara seorang pria dan wanita saja, namun juga penyatuan antara dua keluarga besar yang terkadang memiliki perbedaan latar belakang, perbedaan sifat, perbedaan warna kulit, bahkan perbedaan warga negara.

Namun hal tersebut tidak menjadi masalah karena cinta telah menyatukan mereka. Dalam pernikahan umat Kristen tujuan utamanya bukanlah membuat kedua belah pihak menjadi terhindar dari suatu masalah, namun dalam perjalanannya nanti pernikahan yang baik adalah ketika suami dan istri mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah dan kesulitan yang mendera keluarga kecil mereka.

Dalam khotbah tentang pernikahan Kristen, biasanya diberikan pemahaman kata meninggalkan yang akan mereka jalani. Karena ketika telah memutuskan untuk menikah maka individu yang awalnya tinggal dengan orang tua mereka harus rela untuk meninggalkan keluarga demi hidup bersama dengan suami atau istrinya.

Definisi meninggalkan di sini mempunyai banyak pengertian, yakni:

1.    Meninggalkan semua tingkah laku dan gaya hidup yang buruk sebelum melaksanakan pernikahan atau ketika masih sendiri.

2.    Meninggalkan berarti berubah dari satu keadaan yang kurang baik menjadi keadaan yang lebih baik lagi.

3.    Meninggalkan orang tua bukan berarti tidak mengurusi orang tua lagi, namun lebih belajar mandiri demi mengarungi bahtera rumah tangga.

4.    Meninggalkan ini berarti setelah menikah diharapkan menjadi manusia baru layaknya setelah proses pensaliban yang membuat manusia menjadi kembali suci.

Jika poin pertama dalam pernikahan adalah meninggalkan maka poin kedua dari pernikahan adalah proses penyatuan atau bersatu. Bersatu di sini memiliki pengertian sepadan, menjadi satu hingga maut memisah.
Dalam hal ini yang dimaksud adalah meskipun ada kedekatan spesial antara teman, keluarga, saudara, dan kedekatan lain. Namun tidak ada yang mampu mengganti kedekatan yang terjadi antara suami dan istri.

Diharapkan setelah menikah satu pasangan pengantin dapat mengarungi rumah tangga dengan baik dan dewasa sehingga keharmonisan dan kebahagiaan selalu menyelimuti.

Demikian khotbah tentang pernikahan Kristen, semoga dapat lebih menyatukan pasangan yang hendak menempuh hidup baru.

Selanjutnya : Kisah Romantis Titanic yang Mengharu Biru
Sebelumnya: Gambaran Ras Penduduk di Negara Kamerun
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar