Kisah Nabi Idris

Kisah Nabi Idris dapat dilihat dari kitab Kejadian yang beberapa kali menyebutkan nama Henokh dalam bahasa Tiberian atau Enoch dalam bahasa Ibrani. Nama Idris adalah sebutannya dalam bahasa Arab. Masih ada dua pandangan mengenai hal ini di kalangan orang Islam, pandangan pertama percaya Henokh dan Idris adalah nabi yang sama, sedangkan pandangan kedua menganggap Henokh dan Idris adalah dua nabi yang berbeda.

Ada juga suatu ulasan yang mengatakan bahwa nama Arab dari Henokh adalah Akhnukh, sementara julukan Idris diperoleh karena nabi ini suka bertadarus atau membaca dan mempelajari kitab Allah.

Sebenarnya ulasan yang menyinggung soal tadarrus agak aneh, mengingat Henokh adalah kakek buyut dari nabi Nuh. Kalau pun dia membaca kitab, berarti kitab yang dibaca adalah tulisannya sendiri yaitu kitab Henokh. Karena Taurat pun baru diturunkan di jaman nabi Musa. Dan secara sejarah nabi Musa muncul jauh setelah jaman nabi Yusuf anak Yakub.

Walaupun Yakub adalah anak dari nabi Abraham, tetapi Abraham pun masih jauh setelah jaman nabi Nuh. Dan Henokh ini jauh ada sebelum nabi Nuh. Jika membaca kitab Kejadian, Henokh ini adalah cucu buyut Adam melalu Set (Kejadian 5: 3-18), anak dari Yared. Hubungan Henokh dengan Nuh adalah Henokh ini memiliki anak yang diberi nama Metusalah, Metusalah memiliki anak bernama Lamekh, dan Lamekh memiliki anak bernama Nuh. Jadi Henokh adalah kakek buyut Nuh.

Pada kitab Kejadian 5: 23-24, diceritakan bahwa pada usia 365, Henokh berjalan dengan Tuhan bukan diambil oleh Tuhan. Jika dilihat pada Al Kitab Terjemahan Baru, bunyi ayat tersebut adalah:

ayat

Hal ini menjelaskan bahwa dia tidak mengalami kematian fana seperti keturunan Adam yang lain dan bahwa dia masih hidup hingga saat ini. Henokh juga yang paling tua di antara leluhur pra-Banjir. Hal ini menjelaskan bahwa dia abadi dan tidak mati di usia 365.

Kitab Henokh dan sekuel-sekuelnya menjelaskan nubuat Henokh bahwa Allah membawanya, kalimat ini menunjukkan bahwa Henokh dibawa ke Surga dan bertransformasi menjadi malaikat Metatron. Demikiahlah Kisah Nabi Henokh atau bisa juga dikatakan Kisah Nabi Idris berdasarkan kitab Kejadian.

Loading...
Selanjutnya : Bahayanya Penggunaan Formalin Ilegal
Sebelumnya: Tata Cara Pelaksanaan Salat Jenazah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar