Kisah Singkat dari Nabi Ayyub as.


Kisah Singkat dari Nabi Ayyub as cukup menarik. Kelebihan Nabi Ayyub dibandingkan nabi lain adalah kesabarannya yang luar biasa. Meski diberi amanah berupa harta berlimpah juga istri dan anak yang banyak, namun tak sedikit pun mengurangi ketaatannya kepada Allah.

Melihat hal itu, malaikat terkagum-kagum. Sementara iblis berusaha keras agar keimanan Nabi Ayyub pudar. Atas izin Allah, iblis menggoda Nabi Ayyub lewat hartanya. Ternak dimusnahkan, tanah pertanian dibakar habis.

Tidak hanya itu, iblis meruntuhkan rumah hingga semua anak-anak Nabi Ayyub meninggal dunia. Nabi Ayyub memang bersedih, tapi keimanannya pada Allah tidak berkurang sedikit pun.

Terakhir, iblis menaburkan kuman sehingga Nabi Ayyub terserang penyakit kulit yang menjijikkan. Semua orang jijik, takut ketularan, dan mengusir Nabi Ayyub dari tempat tinggalnya. Semua istri meninggalkannya, kecuali Rahmah. Bersama Rahmah, Nabi Ayyub tinggal di daerah terpencil.

Pengasingan Diri yang Membuahkan Hasil

Tujuh tahun lamanya, Nabi Ayyub dan Rahmah mengasingkan diri. Untuk menghidupi keluarga, Rahmah bekerja di pabrik roti. Saat tahu suaminya mempunyai penyakit kulit, Rahmah diminta berhenti bekerja.

Demi memberi makan suami, Rahmah meminta majikannya agar memberinya utang. Sang majikan menolak. Ia mau memberi utang, asalkan Rahmah bersedia memotong rambutnya, yang merupakan kebanggaan Nabi Ayyub. Rahmah bersedia.

Mengira Rahmah berselingkuh, Nabi Ayyub mengusir istrinya itu dan bersumpah akan memukulnya seratus kali bila dia sembuh nanti. Sejak hidup sendirian, hanya ibadahlah yang dilakukannya setiap hari. Allah akhirnya berkehendak menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub.

Dia diminta memukul-mukulkan kakinya ke tanah hingga keluar air. Setelah minum dan mandi dengan air itu, semua penyakit kulit Nabi Ayyub hilang. Nabi Ayyub sembuh dan menjadi lebih tampan dari sebelumnya.

Rahmah yang mendengar berita itu, mendatangi Nabi Ayyub. Namun, dia tak mengenali suaminya. Mengetahui kedatangan istrinya, Nabi Ayyub ingat akan sumpahnya. Namun, ia bimbang.

Bagaimana mungkin memukul istri yang selama 7 tahun setia menemaninya dalam keadaan sakit parah? Allah menjawab kebimbangan Nabi Ayyub dengan menurunkan firman, “Hai, Ayub, ambillah 100 buah lidi dan pukullah istrimu sekali saja. Dengan demikian, maka tertebuslah sumpahmu.”

Kemudian, Nabi Ayyub kembali hidup bersama Rahmah dalam keadaan berlimpah harta. Mereka dikaruniai anak bernama Zulkifli, yang kemudian juga menjadi nabi. Akhirnya, kisah singkat dari Nabi Ayyub as berakhir bahagia.

Selanjutnya : Cuaca dan Iklim Pada Saat Kemarau
Sebelumnya: Membahas Contoh Surat Permohonan Referensi Bank
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar