Klasifikasi Gunung Api yang Ada di Indonesia

Berbicara tentang klasifikasi gunung api di dunia, secara umum dibedakan atas bentuk gunung api itu sendiri. Sedangkan di Indonesia dibedakan atas terjadinya erupsi masing-masing gunung berapi untuk pertama kali. Keduanya memiliki manfaat yang sama, yaitu mengetahui gunung berapi yang ada, sehingga kalaupun dinyatakan masih aktif, bisa diukur baik kapan letusan berikutnya akan terjadi. Kemudian kalau benar-benar terjadi, bisa pula diantisipasi tentang material muntahan dan daya jangkau muntahan tersebut.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan gunung api atau gunung berapi? Dari berbagai sumber gunung api dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran batuan berbentuk cair, memanjang dari permukaan bumi sampai ke kedalaman 10 km dan akan memuntahkan bermacam material ketika sistem saluran batuan ini meletus. Gunung api juga merujuk kepada gunung api es dan gunung api lumpur. Sebenarnya gunung api ini tersebar di seluruh permukaan bumi di dunia. Namun yang paling banyak adalah yang terletak pada lokasi cincin api Pasifik, tempat secara alami terjadi gesekan antara dua lempengan bumi.

Klasifikasi Gunung Api Berdasarkan Bentuk dan Waktu Erupsi

Seperti telah disinggung sebelumnya, di dunia ini membedakan gunung berapi secara umum berdasarkan bentuknya, sementara di Indonesia dibedakan berdasarkan waktu terjadinya erupsi.

Berdasarkan bentuknya, gunung api dibedakan atas stratovolcano, perisai, cinder cone, dan kaldera. Bentuk gunung berapi stratovolcano adalah gunung berapi berbentuk kerucut dan kadang tidak beraturan. Hal ini berdasarkan susunan lapisan bebatuan yang terbentuk setelah terjadi letusan puluhan bahkan mungkin ratusan kali. Sedangkan bentuk perisai tersusun bebatuan lava yang diendapkan, kemudian membentuk curam dan lerengnya landai. Biasanya gunung berapi bentuk perisai ini mengandung batuan basaltik. Cinder cone berbentuk mangkuk, berwarna aby, dan sekelilingnya terdiri dari batuan vulkanik. Sedangkan kaldera atau gunung berapi cekungan yang diakibatkan dari ledakan yang sangat kuat. Contoh gunung berapi bentuk kaldera adalah Gunung Bromo.

Lalu bagaimana dengan klasifikasi gunung api berdasarkan erupsinya? Gunung berapi berdasarkan erupsinya ini dibedakan menjadi tipe A, B, dan C. Dikatakan gunung berapi tipe A bila setelah tahun 1600, setidaknya pernah sekali mengalam letusan magmatik. Gunung berapi tipe B bila setelah tahun 1600 belum pernah mengalami letusan dan tipe C adalah tidak diketahui secara pasti kapan pernah mengalami erupsi namun masih ada jejak masa lampau.

Loading...
Selanjutnya : Beberapa Alat Musik Tradisional Jogja
Sebelumnya: Klasifikasi Bentuk Konstitusi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar