Klasifikasi Tanah Longsor


Peristiwa terjadinya tanah longsor sering kali terjadi di dataran tinggi dan banyak terdapat tebing di sekitarnya. Selain itu, juga sering terjadi di daerah yang mempunyai badan lebih tinggi, seperti di sungai-sungai. Tanah longsor termasuk dalam bencana alam. Bencana tersebut terjadi tanpa bisa diduga oleh siapa pun. Selama ini peristiwa tanah longsor telah banyak memakan korban jiwa maupun harga benda. Terjadinya peristiwa yang tidak disangka-sangka, menyebabkan orang kurang waspada akan terjadi tanah longsor. Tanah longsor sendiri mempunyai klasifikasi tanah longsor. Yakni longsoran translasi dan longsoran rotasi. Namun sebelum membicarakan dua jenis tanah longsor, terlebih dahulu menjabarkan akan bahaya longsor.

Bahaya longsor yang paling parah adalah membahayakan nyawa manusia. Bencana tersebut sangat membahayakan bagi penduduk yang tinggal di bawah dataran tinggi. Ibaratnya setiap saat nyawa terancam oleh tanah longsor. Belum lagi para pengendara yang melewati jalur di tengah dataran tinggi, karena mungkin sekali tiba-tiba terjadi tanah longsor dan mengenai orang yang di bawahnya.

Sayangnya selama ini orang merasa abai akan bencana yang satu itu. Selain itu, manusia sendiri yang kerap membuat penyebab dari terjadinya tanah longsor. Orang abai dengan keadaan tanah, sehingga mereka menebangi tumbuhan secara liar. Tanah yang kehilangan pepohonan, jauh lebih mudah longsor, dibandingkan tanah yang terdapat banyak tumbuhannya.

Selain itu, banyak orang yang kurang waspada meskipun dirinya tinggal di derah yang berbidang lempung atau pun berada di sekitar tanah yang terdapat batuan yang keras. Alhasil jika terjadi hujan yang sangat deras dan memicu terjadinya tanah longsor, warga sedang berada di rumah. Karena kebanyakan bencana tanah longsor bersamaan dengan terjadinya hujan.

Berikut ini klasifikasi tanah longsor. Pertama adalah longsoran yang disebut dengan longsoran translasi seperti yang telah disebutkan di atas. Longsoran tersebut dapat diartikan dengan massa tanah dan batuan yang bergerak dan terjadi pada bidang gelincir yang berbentuk rata atau pun yang berbentuk gelombak landai. Kedua, longsoran rotasi, yakni massa tanah dan batuan yang bergerak dan terjadi pada bidang gelincir yang berbentuk cekung. Dari dua jenis tanah longsor tersebut, yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah jenis yang kedua. Sewajibnya kita harus waspada terhadap kedua klasifikasi tanah longsor tersebut.

Selanjutnya : Apa Artinya Nusa dan Bangsa bagi Generasi Muda
Sebelumnya: Manfaat Hewan Anoa
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar