Kliping Tentang Atletik Tolak Peluru


Apa yang terlintas di benak Anda jika membaca susunan kata-kata: kliping tentang atletik tolak peluru? Mungkin jawaban yang mengemuka bermacam-macam. Salah satunya bisa jadi tentang artikel yang membahas tentang apa dan bagaimana cabang oleh raga tolak peluru itu. Baiklah, dalam artikel berikut ini pembahasan akan diarahkan untuk mengupas tentang salah satu cabang atletik ini.

Pengertian Olahraga Tolak Peluru

Dalam olahraga ini, seorang atlet tolak peluru melakukan lemparan bola yang terbuat dari besi sejauh mungkin. Di level internasional, olahraga ini disebut dengan Shot Put.

Untuk ukuran berat dari peluru besi ini bervariasi. Untuk kalangan atlet putra yang sudah senior, berat pelurunya 7.257 kg. Sedangkan untuk yuniornya 5 kg. Bagi atlet tolak peluru putri, berat bola besinya lebih ringan. Untuk yang kelas senior, beratnya 4 kg. Sedangkan untuk yang yunior 3 kg.

Dari olahraga ini, muncul beberapa nama bintang, salah satunya adalah atlet tolak peluru wanita yakni Valerie Adams dari Selandia Baru. Pada pertengahan tahun 2013, Valeria Adams sukses memenangkan pertandingan tolak peluru kelas dunia dan membuatnya membawa pulang medali emas. Medali emas keempat yang berhasil diraihnya.

Gaya O’Brien

Dalam olahraga tolak peluru ini, ada sebuah gaya membelakangi lawan yang disebut dengan gaya O’Brien. Dengan gaya ini, maka posisi atlet yang bersangkutan membelakangi arah untuk melakukan tolakan. Sikap ini dilakukan mulai dari awal hingga kemudian bergerak maju untuk menolakkan peluru.

Jika dilihat dari nama gaya ini, orang akan berpikir nama gaya ini mirip dengan nama orang. Memang benar, pemberian nama pada gaya ini karena yang pertama kali menggunakan adalah Perry O’Brien sehingga nama gaya ini dinisbatkan ke nama penemunya. Gaya O’Brien ini pertama kali diperkenalkan ketika Olimpiade Helsinky diselenggarakan pada tahun 1952.

Apa perbedaan antara gaya O’Brien dengan gaya lainnya? Misalnya ketika atlet hendak mengambil awalan atau melakukan ancang-ancang, antara gaya O’Brien dengan gaya ortodoks terlihat beda.

Jika pada gaya ortodok, posisi badan pemain menyamping mulai sejak melakukan ancang-ancang hingga melakukan gerakan ke depan untuk menolakkan peluru.

Sedangkan untuk gaya O’Brien, sejak mulai mengambil ancang-ancang hingga bergerak maju kedepan untuk menggerakkan peluru, posisi atau sikap badan pemain membelakangi arah untuk melakukan tolakan.

Demikian sekilas tentang olahraga atletik tolak peluru. Semoga artikel singkat ini bermanfaat.

Selanjutnya : Cara Mencari Tahu Asli Atau Tidak Batu Lalakit
Sebelumnya: Macam Tanaman untuk Halaman Rumah dan Lingkungan Sekitar
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar