Kode Etik Profesional PR yang akan Meningkat

Profesi humas atau public relations (PR) adalah salah satu profesi yang memiliki kode etik. Kode etik profesional PR yang akan meningkat atau yang sering disebut dengan kode etik kehumasan tersebut perlu kita pahami dengan baik. Lalu, seperti apakah pekerjaan seorang PR itu? Alangkah baiknya jika kita mengetahui sejarah awal profesi PR atau humas ini.

Public Relations

Loading...

Istilah PR (Public Relations) pertama kali digunakan pada awal abad 20. Istilah PR ini pertama kali ditemukan atau digunakan oleh seorang penulis bernama Edward Bernays.

Sebelum istilah PR ini diperkenalkan oleh Edward Bernays, profesi PR sering disebut dengan Press Agent, Propagandist, atau Publicity Man. Awalnya, profesi PR ini memiliki tugas utama sebagai penerjemah dalam sebuah pertemuan dan juga menginterpretasikan klien kepada publik.

Kode Etik PR

Secara umum, kode etik seorang profesional PR ada empat, yakni code of enterprise, code of publication, code of profession, dan code of conduct. Code of enterprise adalah kode etik profesional PR yang menyangkut masalah peraturan pemerintah yang biasanya terdiri atas hukum perizinan, hak cipta, paten, merk, dan izin usaha.

Code of publication adalah kode etik atau etika seorang PR profesional dalam kegiatan publikasi atau teknis publikasi informasi. Code of profession adalah kode etik seorang PR dalam melaksanakan dan melakukan tugas sebagai seorang public relations.

Sementara itu yang terakhir, code of conduct adalah kode etik profesi PR yang mengatur etika dalam perilaku sehari-hari. Kode etik yang mempengaruhi integritas pribadi, majikan, media, klien, dan etika perilaku dengan rekan yang berprofesi sama.

Kode etik profesional PR yang akan meningkat tersebut adalah kode etik secara umum, sedangkan di Indonesia juga memiliki kode etik untuk profesi PR yang telah disusun dan dirumuskan oleh beberapa asosiasi public relations dan humas di Indonesia, antara lain Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas), Kode Kehumasan Pemerintah, Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI), dan International Public Relation Association.

Kode etik PR yang dirumuskan oleh lembaga-lembaga tersebut. Seorang PR profesional harus mengetahui, memahami, dan menerapkan kode etik profesinya agar menjadi seorang PR yang dapat diandalkan.

Demikianlah ulasan seputar kode etik profesional PR yang akan meningkat. Semoga bermanfaat.

Loading...
Selanjutnya : Adakah Negara yang Termasuk Wilayah Kutub Utara?
Sebelumnya: Ada 20 Pulau Terbesar di Indonesia Dalam Kacamata Seni
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar