Kondisi Hamil Stress Membahayakan Janin


Stress bisa  menimpa siapa saja, dan bisa jadi merupakan masalah yang melanda hampir setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda. Bagi para ibu hamil,  kondisi hamil stress harus dihindari, karena akan berpengaruh buruk pada janin yang dikandungnya.

Penyebab stress bisa bermacam-macam, bisa disebabkan karena masalah hubungan suami istri, masalah keuangan, masalah dengan mertua, kesibukan rutin, dan lain sebagainya.  Tekanan dalam hidup memang takbisa dihindari, namun setiap individu memiliki caranya sendiri dalam menghadapi tekanan tersebut.

Mereka yang rentan terkena stress biasanya yang memiliki karakter pribadi yang perfectionist, sensitif,  perasa, temperamental, dan yang memiliki kepercayaan diri yang rendah. Mereka biasanya cenderung menyikapi tekanan-tekanan yang datang dalam kehidupannya dengan lebih reaktif, kurang easy going, atau bersikap lemah, akibatnya mereka pun jadi mudah stress.

Risiko Ibu Hamil Stress

Kondisi hamil stress pada trismester pertama akan menyebabkan si bayi yang dilahirkan kekurangan zat besi.  Bayi yang dilahirkan dalam keadaan kekurangan zat besi berpotensi menghambat perkembangan fisik, otak dan  mentalnya.

Kondisi stress juga akan meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam darah. Kolesterol yang tinggi ini dapat menyebabkan resiko kardiovascular, yakni gangguan pada jantung dan pembuluh darah, juga hipertensi. Kondisi jantung yang tidak sehat  maupun gangguan pada pembuluh darah dan hipertensi  pada ibu hamil sangat membahayakan si bayi maupun si ibu.

Ibu hamil yang mengalami gangguan jantung akan mengakibatkan si bayi lahir premature, dan berat badan kurang. Adapun jika si ibu hamil mengalami gangguan pembuluh darah dapat berisiko keguguran. Pun hipertensi pada ibu hamil akan berisiko terkena pre-eklampsia yang menyebabkan pembengkakan  pada beberapa bagian tubuh si ibu, keracunan pada janin, dan berisiko keguguran.

Risiko Ibu Hamil Depresi

Depresi merupakan tingkat stress yang lebih parah. Para ibu yang menjalani masa kehamilan dengan  kondisi  depresi berisiko tinggi menularkan depresi pada si anak yang dikandungnya saat si anak  dewasa kelak. Kesehatan jiwa mereka kelak akan terganggu. Mereka yang hamil dalam keadaan depresi namun segera ditangani dengan baik akan menurunkan risiko si anak terkena depresi di masa depan kelak.

Kehamilan betul-betul membutuhkan kesiapan, takhanya mental tapi juga sifik dan spiritual.  Selain menjaga diri  stress dan depresi, para ibu hamil juga wajib menjaga pola makandan pola hidup  sehat. Kondisi hamil stress akan dapat dihindari jika si Ibu mempersiapkan mental dan fisik, juga spiritual sedemikian rupa jauh-jauh hari sebelum masa kehamilan tiba.

Selanjutnya : Tabligh Manusia Sebagai Khalifah di Bumi
Sebelumnya: Tabel Angsuran Xeon 135 terkini
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar