2 Contoh Konflik Negara Yang Berakhir Di Mahkamah Internasional


Tahukah Anda, konflik negara yang berakhir di Mahkamah Internasional itu negara mana saja? Sebagai bagian dari dunia yang berdaulat, negara-negara yang perbatasannya saling beririsan kerap menimbulkan konflik. Biasanya konflik yang ditimbulkan adalah perebutan sebuah daerah yang berada di zona abu-abu perbatasan dua negara atau lebih.

Dan daerah yang diperebutkan bisa berupa pulau, wilayah laut atau garis perbatasan darat, yang jelas sangat menguntungkan baik letak maupun dari kekayaan alam yang terdapat di dalam daerah konflik tersebut. Konflik yang ditimbulkannya biasanya berlangsung berlarut-larut, dengan tidak menutup kemungkin bisa saja berakhir dengan pecahnya perang dalam memperbutkan daerah tersebut. Namun sebagai langkah awal, biasanya negara yang bersengketa mengajukan konflik tersebut ke mahkamah internasional.

1.  Konflik Antara Indonesia dan Malaysia

Indonesia dan Malaysia yang bersinggungan langsung perbatasannya, mengalami konflik dalam memperebutkan Pulau Sipadan dan Ligitan. Pulau Sipadan dan Ligitan terletak di selat Makasar. Sengketa ini mencuat ketika pada pertemuan teknis hukum laut yang kerap dilakukan dua buah Negara yang wilayah lautnya bersinggungan, baik Indonesia maupun Malaysia sama-sama memasukkan Pulau Sipadan dan Ligitan ke dalam wilayah maritime mereka. Setelah itu baik Indonesia maupun Malaysia menetapkan status quo atas dua pulau tersebut.

Sengketa Sipadan Ligitan ini akhirnya dibawa ke Mahkamah Internasional pada tahun 1998. Dan pada bulan Desember 2002 Mahkamah internasional mengeluarkan keputusan tentang sengketa Sipadan Ligitan yang dimenangkan oleh Malaysia.

2.  Konflik Antara Bangladesh, India Dan Myanmar

Tiga negara yang saling berbatasan langsung ini mempersengketakan Teluk Bengal yang kaya akan kandungan gas dan minyak alamnya. Dalam memperebutkan wilayah tersebut, masing-masing negara mengklaim zona konsesi migas di perairan yang mereka klaim, namun tentu saja dibantah oleh negara-negara lain. Pada akhirnya negara-negara tersebut mengajukan persengkataannya ke Mahkamah Internasional, dan pada bulan Desember 2009 The International Tribunal for The Law of The Sea-ITLOS telah mengumumkan menerima berkas sengketa batas maritime negara-negara yang berselisih tersebut.

Demikian dua contoh konflik negara yang berakhir di mahkamah internasional. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Keuntungan Mempunyai Kartu Gramedia
Sebelumnya: Manfaat dan Khasiat Cabe Keriting
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar