Konotatif Kata Jernih

Konotatif kata jernih melambangkan makna yang bukan sebenarnya. Konotatif atau konotasi mengalami penambahan nilai rasa, sehingga dapat berubah maknanya. Konotatif memiliki dua jenis, yaitu konotatif positif dan konotatif negatif. Konotatif positif memiliki arti positif yang bermakna menyenangkan, memiliki rasa sopan, dan seterusnya. Sedangkan konotatif negatif memiliki makna sebaliknya, yaitu mengandung rasa negatif, tidak sopan, dan sebagainya.

Contoh Konotatif Positif

Ada banyak kata yang dapat dicontohkan ke dalam kata konotatif positif. Konotatif positif lebih cenderung pada nilai kesopanan dan kepantasan saat di mana kata tersebut diucapkan. Misalnya, kata ‘hamil’ lebih sopan daripada kata ‘bunting, kata ‘meninggal’ lebih sopan dari kata ‘mati’, kata ‘kelompok’ lebih sopan daripada kata ‘gerombolan’. Konotatif kata jernih misalnya adalah bening atau putih.

Contoh untuk konotatif negatif adalah kata ‘kerempeng’ untuk kata kurus atau langsing. Reaksi orang akan berbeda-beda jika dirinya disebut kerempeng, kurus, atau langsing. Hal yang hampir sama dengan konotatif adalah denotatif. Denotatif merupakan makna asli atau makna sebenarnya. Contohnya ‘kurus’ dalam denotatif bermakna ukuran tubuh yang lebih kecil dari ukuran normal. Seperti tadi, saat orang dikatakan langsing, maka akan senang daripada mendapat sebutan kerempeng yang terkesan tidak menyenangkan. Kata kurus memiliki arti netral, sehingga orang yang dikatakan kurus tidak memiliki arti negatif.

Contoh Kalimat Konotatif

Untuk mempermudah pemahaman penggunaan kata konotatif positif maupun konotatif negatif, akan ditampilkan beberapa contoh kalimat yang berkenaan dengan konotatif tersebut, antara lain:

  1. Peristiwa kebakaran yang menimpa Pak Rudi menyebabkan tokonya terbakar ludes, tetapi beliau tetap lapang dada menerimanya. (lapang dada berarti sabar/ konotasi positif).
  2. Sikap Cak Iwan yang murah hati membuatnya disegani para tetangganya. (murah hati berarti baik hati/ konotasi positif).
  3. Pencuri uang di rumah pejabat itu disinyalir adalah babunya sendiri. (babu berarti pembantu/ konotasi negatif).
  4. Penjual koran yang sering menjajakan koran di pertigaan jalan itu adalah orang buta. (buta berarti tunanetra/ konotasi negatif).

Konotasi kata sebenarnya mengandung makna berbeda tergantung darimana orang itu memandangnya. Bisa jadi antara satu daerah dengan daerah lainnya memiliki pemahaman makna konotasi kata yang tidak sama. Seperti halnya konotatif kata jernih tidak berarti mengandung makna positif, bisa jadi mempunyai makna negatif. Pemahaman makna konotasi tersebut tergantung kesepakatan daerah tertentu untuk menganggap pemaknaan kata yang sesuai itu seharusnya bagaimana.

Loading...
Selanjutnya : Konsep Arsitektur Bangunan Kantor
Sebelumnya: Mengetahui Bagaimana Adab Masuk Masjid
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar